Radar nusantara 7.Com//{Bere-bere, 27 Mei 2026 — Dugaan pembungkaman informasi oleh pihak teknis dan manajemen Perusahaan Listrik Negara (PLN) Bere-bere menjadi sorotan publik. Situasi ini mencuat setelah awak media bersama Koordinator Wilayah Radar Nusantara melakukan pemantauan langsung terkait kesiapan penerangan listrik menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di wilayah Bere-bere dan sekitarnya.
Pantauan di lapangan dilakukan guna memastikan kesiapan operasional PLN dalam menjaga stabilitas pasokan listrik bagi masyarakat selama momentum hari besar keagamaan. Namun, hingga Rabu dini hari (27/05/2026), konfirmasi yang sebelumnya dilakukan awak media kepada pihak teknis PLN Bere-bere belum memperoleh jawaban resmi.
Koordinator Wilayah Radar Nusantara menjelaskan bahwa dirinya mendatangi langsung kantor PLN Bere-bere untuk meminta klarifikasi mengenai kesiapan pelayanan listrik selama HBKN. Akan tetapi, di lokasi hanya terdapat seorang petugas yang sedang berjaga.
“Saya turun langsung melakukan pemantauan terkait kesiapan PLN Bere-bere menghadapi HBKN. Namun di kantor hanya ada petugas piket. Setelah saya koordinasi, saya diarahkan untuk menghubungi kepala teknis yang disebut sedang menuju Kecamatan Morotai Jaya,” jelasnya.

Petugas PLN yang berada di lokasi juga menyarankan agar awak media menghubungi bagian operator di desa sebelah untuk memperoleh informasi teknis lebih lanjut.
Dalam penelusuran berikutnya, awak media kemudian menemui salah satu operator PLN Bere-bere bernama Pak Tama di kediamannya. Kepada media, ia mengungkapkan adanya kendala serius terkait pasokan bahan bakar operasional pembangkit.
Menurut Pak Tama, pihak operator sebelumnya telah melakukan koordinasi terkait kondisi krisis bahan bakar yang dialami unit pelayanan listrik setempat. Permintaan suplai bahan bakar disampaikan pada 25 Mei 2026 sekitar pukul 21.00 waktu setempat, namun tidak segera mendapatkan respons.
“Kami sudah menyampaikan kebutuhan bahan bakar pada malam hari sekitar pukul 21.00, tetapi baru direspons keesokan harinya sekitar pukul 14.00 saat distribusi dilakukan,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa selain persoalan keterlambatan suplai bahan bakar, terdapat gangguan teknis pada bagian mesin step up untuk wilayah PLN Daruba yang mengalami kerusakan atau jebol. Kondisi tersebut berdampak terhadap operasional jaringan lain, termasuk PLN Bere-bere.
“PLN Bere-bere hanya diistirahatkan sekitar dua jam, setelah itu kembali dioperasikan. Sementara stok bahan bakar kami saat itu tinggal sekitar dua ton, sedangkan pemakaian per 24 jam mencapai lebih dari satu ton. Itu yang menjadi kekhawatiran kami,” tambahnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepala teknisi PLN Bere-bere maupun manajemen terkait belum memberikan tanggapan resmi atas upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui sambungan WhatsApp sejak Selasa sore (26/05/2026) sekitar pukul 17.00 waktu setempat.
Informasi yang diterima media menyebutkan bahwa pihak teknisi masih harus melakukan koordinasi internal dengan manajemen sebelum memberikan pernyataan resmi terkait kesiapan pelayanan listrik menghadapi HBKN.
Belum adanya penjelasan resmi dari pihak terkait memunculkan perhatian masyarakat serta dugaan adanya pembatasan informasi kepada publik mengenai kondisi riil kesiapan operasional PLN Bere-bere menjelang momentum penting keagamaan nasional.
Masyarakat berharap pihak PLN dapat segera memberikan klarifikasi terbuka serta memastikan stabilitas pelayanan listrik tetap terjaga selama pelaksanaan Hari Besar Keagamaan Nasional, mengingat kebutuhan penerangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ibadah dan keamanan masyarakat.
Reporter:fata






