Radar nusantara 7.com//Seram Bagian Barat, Maluku – Bentrokan antarwarga yang terjadi di Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, pada Sabtu, 6 Juni 2026, berujung pada aksi pembakaran dua kendaraan dinas milik kepolisian serta menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka. Peristiwa tersebut sempat memicu ketegangan dan mengganggu situasi keamanan di wilayah setempat.
Berdasarkan informasi yang beredar, bentrokan melibatkan dua kelompok warga yang berada di kawasan perbatasan antara Dusun Katapang dan Dusun Olas, Desa Loki, Kecamatan Huamual. Konflik yang diduga dipicu oleh persoalan pribadi tersebut berkembang menjadi aksi saling serang yang melibatkan massa dalam jumlah cukup besar.
Dalam situasi yang semakin memanas, sejumlah fasilitas menjadi sasaran amukan massa. Dua kendaraan dinas milik kepolisian dilaporkan terbakar. Kendaraan tersebut terdiri dari satu unit mobil dinas milik Kabag Ops Polres Seram Bagian Barat dan satu unit sepeda motor operasional Bhabinkamtibmas. Kedua kendaraan itu diduga terbakar akibat lemparan benda mudah terbakar saat bentrokan berlangsung.
Selain menimbulkan kerugian material, insiden tersebut juga mengakibatkan korban luka. Sedikitnya tiga warga dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Menyikapi kondisi yang terus berkembang, aparat gabungan dari Polres Seram Bagian Barat bersama personel TNI langsung diterjunkan ke lokasi guna mengendalikan situasi. Ratusan personel keamanan disiagakan di sejumlah titik strategis, khususnya di wilayah perbatasan kedua dusun yang menjadi pusat bentrokan.
Petugas berupaya memisahkan kelompok warga yang bertikai serta melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah konflik meluas ke wilayah lain. Pengamanan juga dilakukan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat turut diharapkan berperan aktif dalam meredam ketegangan serta mengajak warga menahan diri. Pendekatan dialog dan musyawarah dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah konflik berkepanjangan yang dapat menimbulkan korban lebih banyak.
Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti bentrokan serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam aksi perusakan dan pembakaran kendaraan dinas. Situasi di lokasi dilaporkan mulai berangsur kondusif, meskipun pengamanan tetap diperketat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.
Pihak berwenang mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat keamanan. Diharapkan seluruh pihak dapat menahan diri demi menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan di tengah masyarakat.
Redaksi mencatat bahwa informasi mengenai motif dan kronologi lengkap peristiwa masih dalam proses pendalaman oleh aparat. Apabila terdapat perkembangan atau keterangan resmi terbaru dari pihak berwenang, berita ini akan diperbarui sesuai fakta yang terverifikasi.
Sumber:tim






