RADAR NUSANTARA7.COM – TANGERANG – Kecelakaan melibatkan Kereta Bandara Soekarno-Hatta dan sebuah truk terjadi di perlintasan kereta api kawasan Poris, Tangerang, Jumat (20/2) sekitar pukul 06.05 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan rangkaian kereta mengalami anjlok dan perjalanan sejumlah layanan Commuter Line terganggu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi saat Kereta Bandara melintas di perlintasan dekat Stasiun Poris. Diduga, truk yang berada di jalur perlintasan tidak dapat menghindar sehingga tabrakan pun tak terelakkan.
Salah seorang penumpang, Yanto, menuturkan bahwa benturan terjadi cukup keras.
“Kereta bandara menabrak truk di perlintasan Stasiun Poris, Tangerang,” ujarnya.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak bagian depan kereta mengalami kerusakan cukup parah. Sementara itu, truk berwarna oranye terlihat ringsek di lokasi kejadian. Sejumlah penumpang tampak turun dari gerbong untuk menyelamatkan diri setelah rangkaian berhenti.
Akibat kecelakaan tersebut, kabel listrik aliran atas dilaporkan terputus sehingga jalur lintas untuk sementara tidak dapat dilalui. Petugas segera melakukan evakuasi penumpang dari dalam gerbong guna memastikan keselamatan seluruh pengguna jasa.
Pihak KAI Commuter bersama aparat terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan, termasuk pengamanan area, pemeriksaan kondisi sarana dan prasarana, serta pengaturan perjalanan kereta yang terdampak.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa dampak insiden ini menyebabkan perubahan pola operasi perjalanan. Untuk sementara, perjalanan Commuter Line Tangerang hanya melayani relasi hingga Stasiun Rawa Buaya dan kembali ke Stasiun Duri.
Sementara itu, perjalanan Commuter Line Basoetta dari arah Bandara Soekarno-Hatta hanya beroperasi sampai Stasiun Batuceper sebelum kembali menuju bandara.
“Petugas kami bersama instansi terkait masih melakukan penanganan di lokasi. Kami mengutamakan keselamatan pengguna jasa serta berupaya memulihkan perjalanan secepat mungkin,” ujar Karina.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Seluruh penumpang disebut telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun demikian, proses investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan masih berlangsung.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya disiplin dan kewaspadaan di perlintasan sebidang guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian hari. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi rambu dan sinyal keselamatan saat melintas di jalur perlintasan kereta api.
Sumber:tim
Editor: Redaksi






