PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
IMG-20260625-WA0111

Radar nusantara//Bojonegoro – Upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan akhirnya membuahkan hasil. Setelah dua hari melakukan penyisiran di aliran Sungai Bengawan Solo, seorang warga Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, yang dilaporkan tenggelam akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Korban diketahui bernama Muhadi (31), warga Dusun Payaman, Desa Payaman, Kecamatan Ngraho. Jenazah ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam oleh Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Bojonegoro, unsur TNI-Polri, relawan, perangkat desa, serta masyarakat.

Kapolsek Ngraho AKP Sutaryanto, S.Pd., bersama personel Polsek Ngraho langsung menuju lokasi penemuan untuk memimpin proses evakuasi. Turut hadir anggota Koramil, petugas BPBD, tenaga kesehatan, perangkat desa, serta unsur terkait lainnya guna memastikan proses penanganan berjalan aman dan lancar.

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan awal selesai dilakukan, jenazah korban kemudian diserahkan secara langsung oleh Kapolsek Ngraho kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa nahas tersebut bermula pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu korban berpamitan kepada keluarganya untuk mencari ikan di Sungai Bengawan Solo menggunakan alat setrum bersama rekannya, Suwaji (57), warga Desa Tanjung, Kecamatan Tambakrejo.

Sekitar pukul 23.00 WIB, ketika keduanya berada di tengah aktivitas mencari ikan, Suwaji mendengar suara teriakan meminta tolong dari arah sungai. Saat berusaha mendekati sumber suara, korban sudah tidak terlihat di permukaan air dan diduga tenggelam terbawa arus deras Bengawan Solo.

Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada perangkat Desa Payaman yang kemudian diteruskan ke Polsek Ngraho dan BPBD Kabupaten Bojonegoro. Tim gabungan langsung bergerak melakukan operasi pencarian selama dua hari hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.

Hasil pemeriksaan medis luar terhadap jenazah tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan. Kondisi tubuh korban menunjukkan proses pembusukan yang wajar akibat berada cukup lama di dalam air.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan secara resmi menolak dilakukan autopsi dengan menandatangani surat pernyataan. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai prosesi yang berlaku.

Kapolsek Ngraho AKP Sutaryanto, S.Pd., mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.

“Alhamdulillah, setelah dua hari dilakukan pencarian secara maksimal, jenazah korban akhirnya berhasil ditemukan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim gabungan, relawan, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah bekerja sama tanpa mengenal lelah dalam proses pencarian ini. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar AKP Sutaryanto.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di Sungai Bengawan Solo, khususnya pada malam hari maupun ketika mencari ikan, mengingat kondisi arus sungai yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas di perairan guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Sumber:humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *