PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
1782710869348

Radar Nusantara 7 | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menutup rangkaian Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya KSTI 2026 yang dinilai menjadi wadah strategis untuk mempertemukan para akademisi, peneliti, pelaku industri, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan arah pembangunan sains dan teknologi nasional.

Menurut Presiden, Indonesia memerlukan kolaborasi yang kuat dari seluruh komponen bangsa agar mampu menghadapi dinamika global yang terus berkembang, khususnya di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri.

“Kemajuan bangsa tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa,” tegas Presiden Prabowo di hadapan peserta sarasehan.

Presiden juga memberikan perhatian khusus terhadap peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak lahirnya inovasi dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Menurutnya, kampus harus mampu menjadi ruang lahirnya berbagai gagasan, riset, dan solusi yang dapat menjawab tantangan pembangunan nasional maupun persaingan global.

Selain itu, Presiden menegaskan bahwa kebebasan akademik yang dimiliki perguruan tinggi merupakan modal penting dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan. Namun, kebebasan tersebut harus tetap diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan dan kemajuan Indonesia.

Melalui momentum penutupan KSTI 2026, Presiden Prabowo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan potensi bangsa dalam menciptakan lompatan besar di bidang sains, teknologi, dan industri. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu kunci utama dalam memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global sekaligus mewujudkan cita-cita menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai kerja sama, inovasi, dan kebijakan strategis yang mampu mempercepat transformasi Indonesia menuju negara yang unggul dalam penguasaan sains, teknologi, dan industri.

Sumber: BPMI Sekretariat Presiden

(Redaksi Radar Nusantara 7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *