PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
IMG-20260816-WA0100

RADAR NUSANTARA 7.COM | MOROTAI — Kondisi objek wisata Tanjung Gorango di Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menjadi sorotan masyarakat. Destinasi yang memiliki potensi wisata pesisir tersebut kini terlihat kurang terawat. Sejumlah fasilitas penunjang dilaporkan mengalami kerusakan, sementara kawasan pantainya terus terancam abrasi.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (13/8/2026), sejumlah fasilitas dan bangunan penunjang yang sebelumnya dibangun di kawasan wisata tersebut tampak roboh dan terbengkalai. Papan penanda lokasi juga mulai dikelilingi semak belukar serta rumput liar.

Kondisi tersebut semakin memprihatinkan dengan adanya abrasi yang terus mengikis kawasan pesisir. Minimnya perawatan membuat kawasan Tanjung Gorango semakin jauh dari kondisi yang diharapkan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah Morotai Utara.

Selain persoalan fasilitas, kawasan perairan pesisir Tanjung Gorango juga disebut kerap dimanfaatkan kapal-kapal penangkap ikan dari luar daerah untuk berlabuh. Sejumlah kapal dari luar Maluku Utara, termasuk kapal asal Bitung, disebut menggunakan kawasan tersebut sebagai lokasi menambatkan kapal.

Seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyayangkan kondisi objek wisata tersebut. Ia mengatakan fasilitas yang sebelumnya dibangun pemerintah kini banyak mengalami kerusakan dan tidak mendapatkan perawatan secara optimal.

Kami sangat menyayangkan kondisi Tanjung Gorango saat ini. Dulu dibangun fasilitas, tetapi sekarang banyak yang roboh dan ditutupi rumput liar. Pantai juga semakin terkikis abrasi karena tidak ada perawatan dari dinas terkait,” ujarnya.

Warga tersebut juga mempertanyakan pengawasan terhadap aktivitas kapal-kapal dari luar daerah yang disebut kerap berlabuh di sekitar kawasan wisata.

Ini kawasan objek wisata pantai, tetapi sekarang sering menjadi tempat berlabuh kapal-kapal besar dari luar Morotai, termasuk kapal dari Bitung. Pengawasannya sangat lemah. Kinerja Dinas Pariwisata benar-benar kami pertanyakan,” katanya.

Masyarakat menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian lebih serius dari pemerintah daerah terhadap pengelolaan destinasi wisata di Morotai Utara. Pemerintah dinilai tidak cukup hanya membangun fasilitas baru, tetapi juga harus memastikan fasilitas yang telah tersedia dirawat secara berkelanjutan.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai bersama instansi terkait segera melakukan penataan kawasan, memperbaiki fasilitas yang rusak, mengambil langkah penanganan abrasi, serta memperjelas pengawasan terhadap aktivitas kapal di sekitar kawasan wisata.

Langkah tersebut dinilai penting agar Tanjung Gorango kembali memiliki daya tarik sebagai destinasi wisata pesisir sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pariwisata maupun Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi fasilitas wisata Tanjung Gorango maupun aktivitas kapal-kapal dari luar daerah yang disebut berlabuh di kawasan tersebut.

Reporter: FH
Editor: Redaksi
Kamis, 13 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *