MOROTAI, RADAR NUSANTARA 7.COM — Suasana religius menyelimuti Desa Hapo, Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, Sabtu (29/8/2026). Ratusan jamaah larut dalam lantunan shalawat dan hikmah keagamaan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang untuk pertama kalinya diisi oleh Pengurus Grup Ngaji Makrifat Morotai.
Peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW sekaligus menanamkan nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Koordinator Grup Ngaji Makrifat Morotai, Djabalnur Badjo, menyampaikan pesan tentang hakikat cinta. Menurutnya, kecintaan yang tumbuh dalam diri seseorang akan membentuk sikap, perilaku, hingga arah kehidupannya.

Seseorang yang mencintai sesuatu akan menjadi hamba dari apa yang dicintainya, dan siapapun yang menabur cinta pasti akan dicintai,” ungkap Djabalnur.
Pesan tersebut kemudian diperdalam melalui tausiah agama yang disampaikan Ustadz Hasbullah Popa di hadapan ratusan jamaah.
Dalam ceramahnya, Ustadz Hasbullah menekankan pentingnya menanamkan dan memupuk mahabbah atau kecintaan kepada Rasulullah SAW sejak dini, khususnya kepada generasi muda.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup diwujudkan hanya melalui ucapan maupun perayaan seremonial. Kecintaan tersebut harus tercermin dalam perilaku serta kesediaan umat untuk mengikuti ajaran dan keteladanan yang diwariskan Nabi Muhammad SAW.
Ia juga mengingatkan bahwa salah satu bentuk kecintaan kepada Allah SWT adalah dengan mencintai dan mengikuti Rasul-Nya.
Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Ahzab ayat 21:
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam tausiah yang berlangsung khidmat. Jamaah diajak menjadikan momentum Maulid Nabi bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen dalam meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Sementara itu, Komisioner BAZNAS Morotai sekaligus jajaran Pengurus Grup Ngaji Makrifat Morotai, Sayuti Dj Wahab, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut.
Ia menilai peringatan Maulid Nabi merupakan momentum penting untuk terus menghidupkan syiar Islam sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.
Kami mengucapkan terima kasih atas tausiah yang sangat berkesan ini. Insya Allah, kami berkomitmen untuk terus membimbing masyarakat dan generasi muda agar senantiasa mencintai Rasulullah SAW, meneladani akhlaknya, serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Sayuti.
Ia berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta membangun generasi Morotai yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga menjunjung tinggi akhlak dan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Hapo turut dihadiri jajaran pejabat daerah, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Bupati Pulau Morotai melalui Camat Morotai Selatan Barat, unsur Forkopimda, Kejaksaan Negeri Morotai, BAZNAS Morotai, perwakilan Koramil Morotai Utara, Babinsa Desa Hapo-Cempaka, Danposal TNI AL, Kepala Desa Wayabula, serta Kepala Desa Hapo.
Kehadiran berbagai unsur tersebut semakin menambah kekhidmatan peringatan Maulid Nabi sekaligus menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga dan menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat Kabupaten Pulau Morotai.
Bagi masyarakat Desa Hapo, lantunan shalawat dan pesan-pesan keagamaan dalam peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan menghadirkan akhlak dan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
sumber:tim
Radar Nusantara 7.com






