PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
IMG-20260619-WA0004

Radar nusantara 7.com//morotai utara – Seorang nelayan asal Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, dilaporkan meninggal dunia setelah tersambar petir saat memancing di wilayah perairan perbatasan Desa Bido dan Desa Yao, Kecamatan Morotai Utara, Kamis (18/6/2026).

Korban diketahui bernama Sofyan Awat (54). Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban bersama lima rekannya sedang melakukan aktivitas memancing menggunakan dua unit perahu bodi fiber di tengah laut.

Informasi kejadian pertama kali diterima Kepala Desa Bido, Emil Tjibu, sekitar pukul 19.00 WIT dari warga yang melaporkan adanya nelayan yang diduga tersambar petir di kawasan perairan perbatasan Desa Bido dan Desa Yao. Setelah menerima laporan, Kepala Desa Bido langsung menuju lokasi di kawasan Tanjung Bobor dan mendapati korban telah meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan para saksi, rombongan nelayan berangkat melaut pada sore hari dalam kondisi cuaca cerah. Namun sekitar pukul 17.30 WIT, cuaca mendadak berubah menjadi mendung, disertai hujan gerimis dan aktivitas petir.

Sekitar pukul 18.00 WIT, petir menyambar mesin perahu yang dikemudikan korban. Saat kejadian, korban berada tepat di dekat mesin sehingga sambaran petir mengenai bagian tersebut dan mengakibatkan korban terjatuh. Rekan-rekan korban segera melakukan pemeriksaan, namun korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Selain merenggut nyawa korban, sambaran petir juga menyebabkan mesin perahu mengalami kerusakan yang diduga akibat korsleting listrik. Karena mesin tidak dapat dioperasikan, perahu korban kemudian ditarik menggunakan perahu lain menuju daratan terdekat di kawasan Tanjung Bobor, Desa Bido.

Mendapatkan laporan kejadian, Kapolsek Morotai Utara bersama personel Polsek Morotai Utara segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Mira dan pihak keluarga terkait proses evakuasi dan penanganan korban.

Kapolsek Morotai Utara mengimbau seluruh masyarakat, khususnya nelayan, agar selalu memperhatikan perkembangan cuaca sebelum dan selama melakukan aktivitas di laut. Nelayan diharapkan segera menghentikan aktivitas dan mencari tempat aman apabila terjadi perubahan cuaca ekstrem yang disertai petir guna menghindari risiko kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat pesisir Kabupaten Pulau Morotai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah perairan.

Sumber:fata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *