PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
IMG-20260903-WA0157

BOJONEGORO, Radar Nusantara 7.com — Suasana penuh keakraban mewarnai pertemuan Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono bersama sejumlah tokoh masyarakat usai pelaksanaan program Sapa Bupati yang berlangsung di Ruang Angling Dharma, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Usai kegiatan resmi tersebut, Bupati Setyo Wahono melanjutkan silaturahmi dalam suasana yang lebih santai melalui jamuan ngopi siang di Rumah Dinas Bupati Bojonegoro, Kamis (3/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati Setyo Wahono ngopi bersama Ketua LAN Kuspriyanto, Ketua APKLI sekaligus Sekretaris Jenderal AWPI DPC Bojonegoro Sucipto Ahmad Najib, serta Ketua LSM PIPRB Manan yang juga menjabat sebagai Penasehat I AWPI DPC Bojonegoro.

Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Tidak lagi dalam nuansa forum resmi, komunikasi berlangsung lebih cair sembari menikmati kopi dan hidangan yang disediakan di rumah dinas.

Momen tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.

Program Sapa Bupati sendiri menjadi salah satu ruang dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat. Melalui forum tersebut, berbagai aspirasi, masukan maupun persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat disampaikan secara langsung kepada Bupati.

Setelah agenda resmi selesai, pertemuan informal di rumah dinas menjadi kesempatan untuk melanjutkan komunikasi dan bertukar pandangan dalam suasana yang lebih santai.

Kedekatan dan komunikasi semacam ini dinilai penting dalam membangun hubungan yang konstruktif antara pemerintah daerah dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat dan insan media.

Bagi Bupati Setyo Wahono, pembangunan Bojonegoro tidak hanya membutuhkan program dan kebijakan, tetapi juga komunikasi, sinergi serta kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat.

Suasana ngopi siang tersebut menjadi gambaran bahwa komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dapat dibangun melalui berbagai ruang, termasuk dalam suasana informal yang sederhana namun tetap bermakna.

Dari secangkir kopi, obrolan santai dapat menjadi jembatan untuk mempererat silaturahmi, menyerap berbagai masukan dan memperkuat sinergi demi kemajuan Kabupaten Bojonegoro.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *