PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
IMG-20261002-WA0286

MOROTAI, RadarNusantara7.com — Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus memperkuat upaya penanganan dampak musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah pertanian.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian pemerintah daerah antara lain Desa Wewemo, Cucumare, Sabatai Sabala serta sejumlah kawasan pertanian lainnya yang menghadapi keterbatasan sumber air.

Salah satu langkah yang didorong pemerintah daerah adalah penguatan infrastruktur sumber air melalui program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang berada dalam koordinasi Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku Utara.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, saat dikonfirmasi media ini pada Jumat (2/10/2026), mengatakan keberadaan JIAT menjadi salah satu upaya penting untuk membantu petani menghadapi keterbatasan sumber air, khususnya pada lahan persawahan yang belum memperoleh aliran air secara memadai.

“Pemda terus merespons kondisi yang dihadapi petani akibat musim kemarau. Salah satu langkah yang kita dorong adalah pemenuhan sumber air melalui program JIAT, terutama untuk lahan basah atau persawahan yang belum mendapatkan aliran air,” ujar Tamhid.

Menurut Tamhid, saat ini terdapat 17 titik JIAT yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Pulau Morotai. Beberapa di antaranya berada di wilayah Cucumare, Aha, Sabatai Sabala dan Wewemo.

Program tersebut diharapkan dapat membantu menyediakan sumber air bagi kawasan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian masyarakat di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kita berharap keberadaan JIAT ini bisa memberikan manfaat langsung kepada petani, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian. Ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting agar petani tetap bisa berproduksi meskipun menghadapi musim kemarau,” jelasnya.

Selain lahan persawahan, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai juga mulai mendorong dukungan terhadap petani hortikultura yang turut menghadapi persoalan ketersediaan air.

Tamhid mengatakan kebutuhan infrastruktur air untuk petani hortikultura telah dimasukkan dalam usulan program kepada BWS untuk tahun mendatang.

“Untuk petani hortikultura, tahun depan sudah kami masukkan dalam pengusulan ke BWS. Mudah-mudahan usulan tersebut dapat diakomodasi sehingga kebutuhan air bagi petani hortikultura juga bisa kita jawab secara bertahap,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga terus melihat peluang dukungan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Apabila program tersebut dapat diakomodasi, pembangunan jalan tani dan sumur bor dapat menjadi bagian dari penguatan infrastruktur pertanian di Morotai.

“Kita juga berharap tahun depan sudah tersedia menu DAK yang bisa mendukung kebutuhan sektor pertanian. Dengan begitu, kita dapat mengusulkan pembangunan jalan tani maupun sumur bor untuk membantu petani, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses dan sumber air,” ungkap Tamhid.

Tamhid menegaskan, penanganan dampak musim kemarau tidak hanya dilakukan ketika persoalan muncul, tetapi perlu dibarengi dengan perencanaan infrastruktur pertanian yang berkelanjutan.

Menurutnya, penyediaan sumber air, akses jalan tani hingga dukungan sarana produksi merupakan bagian yang saling berkaitan dalam menjaga produktivitas petani.

“Kita tidak ingin petani hanya mendapatkan bantuan ketika terjadi masalah. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun sistem pertanian yang lebih siap menghadapi musim kemarau dan kondisi cuaca yang berubah-ubah. Karena itu, kebutuhan infrastruktur seperti sumber air dan jalan tani terus kita dorong melalui perencanaan program pemerintah,” tegasnya.

Ia berharap berbagai program yang sedang berjalan maupun yang akan diusulkan dapat memperkuat ketahanan sektor pertanian sekaligus memberikan dukungan terhadap masyarakat dalam menghadapi persoalan ketersediaan air.

“Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Kita akan berupaya agar kebutuhan dasar petani, terutama air untuk pertanian, bisa mendapat perhatian dalam program pembangunan ke depan. Harapannya, petani Morotai tetap produktif dan sektor pertanian semakin kuat,” pungkas Tamhid.

(Red/FHM)

Sumber: Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *