PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
IMG-20261002-WA0248

Morotai, Radar Nusantara 7.com — Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus memperkuat dukungan terhadap petani yang terdampak musim panas dan kebakaran. Salah satu upaya yang disiapkan adalah penyediaan 110 ribu anakan tanaman perkebunan untuk disalurkan kepada masyarakat.

Bantuan tersebut bersumber dari kegiatan APBN Tahun Anggaran 2026 dan terdiri atas empat komoditas perkebunan, yakni kakao, pala, kelapa Bido, dan kelapa dalam.

Sebelumnya, media ini telah melakukan konfirmasi kepada Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, Jumat (2/10/2026), untuk memperoleh penjelasan resmi terkait program penyediaan 110 ribu bibit tersebut.

Tamhid menjelaskan bahwa penyediaan bibit merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam membantu petani mengganti tanaman perkebunan yang mengalami kerusakan akibat kondisi cuaca ekstrem maupun kebakaran.

“Tahun ini pemerintah daerah telah menyiapkan bibit untuk membantu memenuhi kebutuhan petani, terutama mereka yang tanaman perkebunannya mengalami kerusakan akibat musim panas dan kebakaran. Ini menjadi salah satu langkah kita untuk mendukung pemulihan tanaman petani,” ujar Tamhid.

Dari total 110 ribu anakan yang disiapkan, sebanyak 40 ribu merupakan bibit kakao, 30 ribu bibit pala, 30 ribu bibit kelapa Bido, dan 10 ribu bibit kelapa dalam.

Menurut Tamhid, proses administrasi terkait bantuan tersebut telah melalui tahapan verifikasi. Dokumen dan persyaratan yang diajukan pemerintah daerah telah diverifikasi oleh Balai Besar di Ambon dan dinyatakan lengkap.

“Administrasinya sudah diverifikasi oleh Balai Besar Ambon dan dinyatakan lengkap. Saat ini kita tinggal menunggu proses penyaluran bibit kepada daerah,” jelasnya.

Selain menyiapkan bibit perkebunan, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai juga telah mulai memberikan dukungan berupa pupuk organik kepada petani.

Tamhid menyebutkan, sebanyak 22 ton pupuk organik telah disalurkan sekitar dua pekan lalu. Selanjutnya, pemerintah daerah menjadwalkan kembali penyaluran sebanyak 88 ton pupuk organik pada pekan berikutnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam proses pengembangan tanaman perkebunan, khususnya tanaman yang baru ditanam maupun tanaman yang masih dapat dipulihkan.

“Kita ingin bantuan ini benar-benar bisa memberikan manfaat bagi petani. Bibit yang disiapkan diharapkan dapat mengganti tanaman yang rusak, sementara pupuk menjadi bagian dari dukungan untuk membantu pertumbuhan tanaman petani,” kata Tamhid.

Ia menegaskan, sektor perkebunan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan sumber pendapatan masyarakat. Oleh karena itu, berbagai program dukungan diarahkan untuk membantu petani mempertahankan sekaligus memulihkan produktivitas perkebunan di Kabupaten Pulau Morotai.

“Harapan kami, bantuan bibit dan pupuk ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh petani. Pemerintah daerah akan terus berupaya menghadirkan dukungan yang dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk menjaga keberlanjutan sektor perkebunan di Morotai,” pungkasnya.

(Red/FHM)
Sumber: Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *