PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Screenshot_20260224_235105.jpg


Radar Nusantara7.com – Kutai Kartanegara – Sebuah kapal feri penyeberangan yang mengangkut kendaraan jenis mobil boks dilaporkan tenggelam di tepian Sungai Mahakam, tepatnya di Desa Serabya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Selasa sore (24/2/2026).


Peristiwa tersebut terjadi saat kapal tengah melakukan aktivitas penyeberangan di wilayah perairan Sungai Mahakam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal feri itu membawa satu unit mobil boks ketika insiden terjadi. Kapal dilaporkan tenggelam di area tepian sungai, sehingga tidak sampai hanyut ke tengah arus.


Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Seluruh awak kapal maupun pihak yang berada di atas kapal dilaporkan dalam kondisi selamat. Meski demikian, kejadian ini sempat menjadi perhatian warga sekitar yang berada di lokasi dan menyaksikan proses penanganan awal.


Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti tenggelamnya kapal feri tersebut masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak terkait. Aparat bersama instansi berwenang tengah melakukan pendataan serta evaluasi guna memastikan faktor penyebab kejadian, apakah dipengaruhi oleh kondisi teknis kapal, muatan, faktor cuaca, maupun kondisi arus sungai.


Selain itu, upaya penanganan dan evakuasi terhadap kapal serta kendaraan yang diangkut juga terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kondisi perairan setempat.


Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan pemeriksaan rutin terhadap armada penyeberangan, terutama yang beroperasi di jalur sungai dengan arus yang cukup deras seperti Sungai Mahakam. Pihak berwenang diharapkan dapat segera menyampaikan hasil investigasi resmi agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak menimbulkan spekulasi.


Sementara itu, aktivitas penyeberangan di sekitar lokasi dikabarkan tetap berjalan dengan pengawasan ketat dari petugas guna mengantisipasi potensi gangguan keselamatan pelayaran di wilayah tersebut.

Sumber:tim

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *