Radar nusantara 7.com//morotai – Kawasan Central Business District (CBD) Pulau Morotai yang selama ini dikenal sebagai pusat pembangunan terpadu modern, kini mulai menuai sorotan masyarakat akibat rusaknya ratusan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang hingga kini belum juga diperbaiki oleh pemerintah daerah. Kondisi tersebut membuat sebagian besar kawasan strategis di jantung Kota Daruba perlahan berubah gelap pada malam hari, Selasa (19/05/2026).
Pantauan awak media pada Senin malam menunjukkan kondisi memprihatinkan di sejumlah titik kawasan CBD, terutama di area Pusat Jajanan Kuliner dan Cendera Mata (PJKC). Deretan lampu jalan yang sebelumnya menerangi kawasan tersebut kini tampak padam, sehingga suasana malam di pusat aktivitas masyarakat itu terlihat redup dan sepi.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, jumlah lampu PJU yang mengalami kerusakan diperkirakan mencapai lebih dari dua ratus titik. Kerusakan itu tersebar mulai dari kawasan Masjid Raya Baiturrahman hingga Gedung Okumene dan sejumlah fasilitas publik lainnya.

Padahal, kawasan CBD Morotai selama ini menjadi ikon pusat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Di lokasi tersebut berdiri berbagai fasilitas penting seperti Pasar Modern, Morotai Mall, terminal angkutan darat, Bumdes Mart, pusat kuliner, hingga gedung pelayanan publik lainnya.
Kondisi gelap yang mulai melanda kawasan tersebut pun memicu kekhawatiran masyarakat. Sejumlah warga menilai minimnya penerangan jalan dapat berdampak pada meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sutikno, salah satu pengunjung rutin kawasan CBD, mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini. Menurutnya, jika kerusakan lampu jalan terus dibiarkan tanpa penanganan serius, maka dapat menimbulkan berbagai persoalan baru di tengah masyarakat.
“Kalau terus dibiarkan seperti ini tentu berbahaya. Selain rawan kecelakaan pada malam hari, kondisi gelap juga bisa dimanfaatkan untuk aktivitas negatif seperti konsumsi minuman keras dan tindakan yang mengganggu keamanan lainnya,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Endy, warga lainnya yang mengaku sudah cukup lama memperhatikan kondisi kerusakan lampu jalan di kawasan CBD tersebut. Ia mengatakan, suasana kawasan yang dulunya terang dan ramai kini mulai berubah menjadi gelap dan perlahan sepi pengunjung.
“Kerusakan lampu ini bukan baru terjadi beberapa hari. Sudah berbulan-bulan, tapi belum terlihat ada langkah perbaikan yang signifikan. Masyarakat tentu berharap pemerintah segera turun tangan,” katanya.
Warga berharap pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait segera melakukan pendataan serta perbaikan menyeluruh terhadap fasilitas penerangan jalan di kawasan CBD Morotai. Sebab, keberadaan lampu jalan dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat sekaligus menjaga kenyamanan dan keamanan kawasan publik pada malam hari.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulau Morotai, Djasmin Taher, saat dikonfirmasi awak media terkait kerusakan ratusan PJU tersebut belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan secara berulang hingga berita ini diturunkan belum memperoleh jawaban resmi dari pihak terkait.
Belum adanya penjelasan maupun langkah penanganan dari dinas terkait pun menjadi perhatian publik. Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan cepat agar wajah pusat kota Morotai tidak terus berada dalam kondisi gelap dan terbengkalai.
Sumber:fata






