PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
IMG-20260716-WA0112

Radar nusantara 7.com//Magetan – Semangat pengabdian kepada bangsa dan negara mewarnai pelaksanaan upacara pembukaan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang II Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Lapangan Candradimuka, Secata Rindam V/Brawijaya, Kabupaten Magetan, Kamis (16/07/2026). Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) V/Brawijaya, Brigjen TNI Mukhamad Albar, S.E., M.M.

Pembukaan pendidikan calon prajurit TNI AD itu berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Magetan Nanik Sumantri beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Magetan, Komandan Sekolah Calon Tamtama (Dansecata) Rindam V/Brawijaya Letkol Inf Arie Setianto, serta sejumlah pejabat dan stakeholder terkait lainnya.

Dalam keterangannya, Brigjen TNI Mukhamad Albar menjelaskan bahwa Rindam V/Brawijaya pada Gelombang II Tahun Anggaran 2026 menerima dan mendidik sebanyak 1.362 calon prajurit Tamtama TNI Angkatan Darat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.000 siswa menjalani pendidikan di Secata Rindam V/Brawijaya Magetan, sedangkan 362 siswa lainnya mengikuti pendidikan di Secaba Rindam V/Brawijaya Jember.

“Dari 1.000 siswa yang dididik di Magetan, sebanyak 501 siswa berasal dari wilayah Kodam IX/Udayana yang meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selebihnya berasal dari wilayah Kodam V/Brawijaya,” ujar Brigjen TNI Mukhamad Albar.

Menurutnya, seluruh peserta didik akan menjalani serangkaian pendidikan dasar keprajuritan selama dua bulan sebelum melanjutkan pendidikan kejuruan selama satu bulan. Program pendidikan tersebut dirancang untuk membentuk karakter, mental, kedisiplinan, serta kemampuan dasar militer para calon prajurit sebelum resmi bergabung sebagai bagian dari TNI Angkatan Darat.

Lebih lanjut, Brigjen TNI Mukhamad Albar menuturkan bahwa para lulusan Dikmata nantinya dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan personel TNI AD, khususnya pada satuan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP), yang menjadi bagian penting dari program strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional dan memperkuat ketahanan wilayah.

Peningkatan jumlah peserta didik pada gelombang kali ini, lanjutnya, dipengaruhi oleh adanya tambahan kuota dari wilayah Kodam IX/Udayana yang sementara waktu melaksanakan pendidikan di lingkungan Kodam V/Brawijaya. Hal tersebut dilakukan karena sebagian sarana pendidikan di wilayah asal saat ini digunakan untuk mendukung pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang berkaitan dengan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Di hadapan ribuan calon prajurit, Danrindam V/Brawijaya juga memberikan pesan khusus agar seluruh siswa mengikuti pendidikan dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi disiplin, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat menghambat proses pembentukan karakter sebagai prajurit TNI.

“Kami berpesan kepada seluruh siswa agar mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh, mematuhi seluruh aturan, tidak melakukan pelanggaran, sehingga nantinya menjadi prajurit TNI Angkatan Darat yang profesional,” tegasnya.

Sementara itu, dalam amanat Pangdam V/Brawijaya yang dibacakan oleh Danrindam V/Brawijaya, disampaikan bahwa keberhasilan para siswa melewati seluruh tahapan seleksi hingga memasuki masa pendidikan merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri. Pasalnya, tidak semua warga negara memperoleh kesempatan untuk mengabdikan diri sebagai prajurit Tamtama TNI Angkatan Darat.

Pangdam V/Brawijaya juga mengingatkan pentingnya menjaga kesiapan mental, fisik, dan kesehatan selama mengikuti seluruh rangkaian pendidikan yang akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Selain kemampuan teknis dan keterampilan militer, pembentukan karakter serta integritas prajurit menjadi aspek utama yang harus ditanamkan sejak dini.

“Nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI harus ditanamkan sejak dini sebagai landasan moral dan pedoman dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara,” demikian amanat Pangdam V/Brawijaya yang dibacakan Brigjen TNI Mukhamad Albar.

Melalui pendidikan tersebut, TNI Angkatan Darat berharap dapat melahirkan generasi prajurit yang tangguh, profesional, serta memiliki semangat pengabdian tinggi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus menjadi garda terdepan dalam mendukung berbagai program pembangunan nasional.

(Mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *