PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
Screenshot_2026-06-04-19-38-58-019_com.facebook.lite-edit

Radar nusantara 7.com// NGANJUK – Sebuah kendaraan modifikasi yang menyerupai bus wisata mini atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan “bus tayo” mengalami kecelakaan tunggal di kawasan tanjakan Jembatan Kuncir, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Kamis (4/6/2026) pagi. Kendaraan yang mengangkut puluhan anak taman kanak-kanak (TK) bersama guru dan orang tua pendamping itu terperosok ke tebing setelah diduga tidak kuat menanjak dan meluncur mundur tanpa kendali.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB saat rombongan dari TK Dharma Wanita Rejoso tengah melakukan perjalanan wisata edukatif menuju kawasan wisata Lumban Kweden yang berada di Desa Kweden, Kecamatan Ngetos.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, kendaraan awalnya melaju melewati tanjakan Jembatan Kuncir yang dikenal memiliki kontur cukup curam. Namun ketika hampir mencapai ujung tanjakan, kendaraan diduga kehilangan tenaga sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan ke atas.

Salah seorang saksi mata, Iwan (42), warga setempat, menuturkan bahwa kendaraan sempat berada di posisi hampir mencapai puncak tanjakan sebelum akhirnya bergerak mundur.

“Kendaraan sudah hampir sampai atas jembatan, tetapi tiba-tiba mundur. Sopir terlihat berusaha mengendalikan kendaraan, namun akhirnya kendaraan terus meluncur ke belakang dan keluar jalur,” ujarnya.

Akibat kondisi tersebut, kendaraan kemudian tergelincir ke sisi kiri jalan dan berhenti dalam posisi miring di tebing jembatan dengan ketinggian sekitar 1,5 meter. Posisi kendaraan yang menggantung di bibir tebing sempat membuat warga dan penumpang panik karena dikhawatirkan akan terguling.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penumpang yang terdiri dari anak-anak TK, para guru, serta orang tua pendamping berhasil dievakuasi dengan bantuan warga sekitar yang segera berdatangan ke lokasi setelah mendengar teriakan minta tolong.

Meski tidak menimbulkan korban fatal, insiden tersebut menyebabkan kepanikan di antara para penumpang, khususnya anak-anak yang mengalami ketakutan dan trauma akibat guncangan saat kendaraan mundur dan terperosok ke tebing. Beberapa orang juga dilaporkan mengalami luka ringan dan syok sehingga mendapatkan penanganan awal di lokasi.

Warga setempat yang turut membantu proses evakuasi mengapresiasi respons cepat masyarakat sekitar sehingga seluruh penumpang dapat segera dikeluarkan dari kendaraan dalam kondisi selamat. Mereka juga berharap dilakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan kendaraan wisata yang digunakan untuk mengangkut anak-anak, terutama saat melintasi jalur perbukitan dan tanjakan ekstrem.

Sementara itu, pihak berwenang masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara mengarah pada faktor kemampuan kendaraan saat menanjak, namun penyebab teknis maupun kondisi operasional kendaraan masih menunggu hasil pemeriksaan petugas.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan transportasi dalam kegiatan wisata pendidikan, terutama yang melibatkan anak-anak. Selain memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan, pemilihan armada yang sesuai dengan karakteristik medan perjalanan juga menjadi faktor penting guna mencegah terjadinya insiden serupa di kemudian hari.

Meski sempat menimbulkan kepanikan, seluruh rombongan akhirnya berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa. Kejadian tersebut sekaligus menunjukkan kepedulian dan solidaritas warga sekitar yang bergerak cepat membantu proses evakuasi para penumpang.

Sumber:(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *