CIREBON, RadarNusantara7.com – Komandan Korem (Danrem) 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han., melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Cirebon, Kamis (23/7/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) beserta sarana dan prasarana pendukung agar program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dapat berjalan secara optimal.
Peninjauan diawali di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Desa Cikedung Lor, Kabupaten Indramayu. Didampingi Dandim 0616/Indramayu dan Kasi Ter Korem 063/Sunan Gunung Jati, Danrem meninjau langsung progres pembangunan sekolah bersama Project Manager dan tim teknis guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target.
Selanjutnya, rombongan menuju Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 34 Kabupaten Majalengka. Di lokasi tersebut, Danrem meninjau berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang kelas, dapur, ruang makan hingga mushola. Danrem juga menyempatkan diri berdialog dengan tenaga pendidik serta para siswa.
Dalam arahannya, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap menegaskan bahwa kunjungan tersebut juga bertujuan memastikan kesiapan Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan kegiatan Uji Jati Diri Taruna Akademi Militer yang direncanakan digelar di sejumlah Sekolah Rakyat di Indonesia.
“Kami ingin memastikan seluruh fasilitas siap digunakan sehingga kegiatan pendidikan maupun program pembinaan dapat berjalan dengan baik. Kepada seluruh siswa, tetap jaga kekompakan, disiplin, kesehatan, kebersihan lingkungan, serta hindari segala bentuk perundungan agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” tegas Danrem.
Monitoring kemudian dilanjutkan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Jabar 1 Kabupaten Cirebon. Didampingi Dandim 0620/Kabupaten Cirebon serta unsur pemerintah daerah, Danrem meninjau setiap bagian bangunan sambil menerima paparan mengenai perkembangan pembangunan dari pihak pelaksana proyek.
Selain melakukan pengecekan fisik bangunan, Danrem juga menggelar komunikasi sosial bersama pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, dan pelaksana pembangunan untuk memastikan kesiapan operasional sekolah saat mulai difungsikan.
Berdasarkan laporan di lapangan, progres pembangunan fisik SRT Jabar 1 Kabupaten Cirebon telah mencapai sekitar 90 persen. Sekolah tersebut dijadwalkan diresmikan pada akhir Juli 2026 dan dipersiapkan menampung sekitar 540 siswa hasil migrasi dari Sekolah Rakyat di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan.
Dengan luas lahan sekitar 5,7 hektare, SRT Jabar 1 diharapkan menjadi pusat layanan pendidikan bagi kawasan Ciayumajakuning, sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat.
Melalui kegiatan monitoring ini, Korem 063/Sunan Gunung Jati menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program strategis pemerintah di bidang pendidikan, sehingga seluruh fasilitas Sekolah Rakyat dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas generasi muda Indonesia.
(Redaksi RadarNusantara7.com)






