PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Screenshot_2026-06-17-07-59-41-972_com.facebook.lite-edit

Radar nusantara 7.com//poso – Aktivitas kegempaan di wilayah Sulawesi Tengah masih terus berlangsung pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang kawasan tersebut sehari sebelumnya. Pada Rabu (17/6/2026) dini hari, gempa susulan kembali terjadi dengan magnitudo 5,1 dan dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Poso serta daerah sekitarnya.

Guncangan yang terjadi saat sebagian besar warga masih beristirahat tersebut kembali menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Sejumlah warga mengaku merasakan getaran dengan intensitas sedang hingga cukup kuat selama beberapa detik, sehingga memilih keluar rumah untuk memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman.

Fenomena gempa susulan merupakan hal yang umum terjadi setelah gempa utama berkekuatan besar. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa proses penyesuaian dan pelepasan energi di sepanjang zona patahan atau struktur geologi yang menjadi sumber gempa masih berlangsung. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan signifikan akibat gempa susulan magnitudo 5,1 tersebut. Meski demikian, aparat pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan kondisi lapangan serta mengumpulkan informasi dari wilayah-wilayah yang merasakan dampak guncangan.

Sejumlah warga yang bermukim di daerah pesisir maupun kawasan rawan bencana juga diminta untuk terus mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi pemerintah dan lembaga kebencanaan. Langkah ini penting untuk menghindari munculnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Para ahli kebencanaan menjelaskan bahwa rangkaian gempa susulan dapat berlangsung dalam hitungan hari hingga minggu setelah gempa utama, dengan frekuensi dan kekuatan yang cenderung menurun seiring waktu. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing, terutama apabila sebelumnya mengalami kerusakan akibat gempa utama.

Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta instansi terkait terus bersiaga untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat terjadi. Upaya pemantauan dilakukan secara intensif guna memastikan keselamatan warga serta mempercepat penanganan apabila ditemukan dampak lanjutan akibat aktivitas seismik yang masih berlangsung.

Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan lembaga terkait kebencanaan. Kesiapsiagaan dan kewaspadaan menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko di tengah masih tingginya aktivitas gempa di wilayah Sulawesi Tengah pascagempa magnitudo 6,7 yang terjadi sebelumnya.

Sumber:Bmkg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *