PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911

Radar nusantara 7.cim//tiakur – Upaya pencarian korban hilang akibat kecelakaan speedboat di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) terus dilakukan secara intensif. Memasuki hari keenam operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Rabu (17/6/2026), tim SAR gabungan kembali menyisir sejumlah perairan yang menjadi fokus pencarian. Namun hingga operasi berakhir pada sore hari, keberadaan korban masih belum berhasil ditemukan.

Operasi pencarian hari keenam melibatkan berbagai unsur yang tergabung dalam tim SAR gabungan. Unsur tersebut terdiri dari Basarnas, Polairud Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Polairud Maluku Barat Daya, Polres MBD, Polsek Tepa, Koramil Tepa, serta Pemerintah Kecamatan Babar Barat. Seluruh unsur bekerja secara terpadu guna memaksimalkan upaya pencarian di wilayah perairan yang cukup luas dan memiliki tantangan tersendiri.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Ambon, Muhammad Arafah, menjelaskan bahwa tim gabungan memulai operasi sejak pagi hari dengan bertolak dari Dermaga Tepa sekitar pukul 09.00 WIT. Pencarian berlangsung hingga pukul 17.00 WIT dengan fokus utama pada perairan Pulau Damer dan Pulau Sermata yang berdasarkan hasil analisis menjadi area prioritas pencarian.

“Tim SAR gabungan telah melaksanakan penyisiran di area pencarian sesuai dengan rencana operasi yang telah ditetapkan. Namun hingga operasi hari ini berakhir, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Muhammad Arafah.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan penyisiran secara menyeluruh di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban. Penentuan area pencarian dilakukan berdasarkan berbagai faktor, termasuk kondisi arus laut, arah angin, cuaca, serta hasil evaluasi pencarian yang telah dilakukan selama lima hari sebelumnya. Metode tersebut diharapkan dapat mempersempit area pencarian dan meningkatkan peluang menemukan korban.

Meski hasil yang diharapkan belum tercapai, semangat dan komitmen tim SAR gabungan untuk menemukan korban tidak surut. Seluruh personel yang terlibat tetap menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur dengan mengedepankan keselamatan selama berada di laut. Koordinasi antarinstansi juga terus dilakukan untuk memastikan setiap langkah pencarian berjalan efektif dan terarah.

Pihak Basarnas menegaskan bahwa evaluasi harian akan terus dilakukan guna menentukan strategi pencarian yang paling tepat pada operasi berikutnya. Berbagai kemungkinan terus dianalisis, termasuk perubahan pola arus laut dan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi pergerakan korban di perairan.

Selain mengandalkan upaya tim di lapangan, Basarnas juga mengajak masyarakat, khususnya nelayan dan warga pesisir yang beraktivitas di sekitar wilayah Pulau Damer dan Pulau Sermata, untuk turut membantu dengan memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan korban. Keterlibatan masyarakat dinilai sangat penting dalam mendukung keberhasilan operasi pencarian.

Peristiwa kecelakaan speedboat yang menyebabkan hilangnya korban ini telah menjadi perhatian berbagai pihak di Kabupaten Maluku Barat Daya. Harapan besar terus disampaikan keluarga korban dan masyarakat agar pencarian yang dilakukan secara terpadu tersebut dapat segera membuahkan hasil.

Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan cakupan pencarian yang akan disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi terakhir. Tim SAR gabungan berkomitmen untuk terus melakukan upaya maksimal hingga seluruh proses pencarian selesai sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, kondisi cuaca dan karakteristik perairan di wilayah pencarian akan terus dipantau secara berkala guna mendukung keselamatan personel sekaligus meningkatkan efektivitas operasi di lapangan. Hingga hari keenam pencarian, harapan untuk menemukan korban masih terus dijaga oleh seluruh pihak yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *