Radar Nusantara7 – Tuban –Rabu/11/03/2026 – Terkait beredarnya unggahan foto di media sosial Facebook melalui akun bernama “Gagal Sarjana” yang menampilkan seseorang disertai keterangan yang memicu berbagai tanggapan di tengah masyarakat, pengunggah menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka.
Pemilik akun Facebook tersebut diketahui bernama Didik, warga Desa Tunggulrejo, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir. Melalui klarifikasi ini, Didik mengakui bahwa unggahan foto tersebut merupakan postingan dari akun miliknya.
Didik menjelaskan bahwa unggahan tersebut bermula dari adanya kesalahpahaman terkait persoalan ongkos sebesar Rp1.200.000 yang disebut-sebut belum tercairkan atau belum dibayarkan. Hal tersebut kemudian ia tuliskan dalam unggahan di media sosial yang disertai dengan foto, namun tanpa penjelasan yang lengkap sehingga menimbulkan berbagai penafsiran di masyarakat.
Menurut Didik, setelah dilakukan komunikasi dan penjelasan antara pihak-pihak yang berkaitan, diketahui bahwa persoalan tersebut terjadi akibat miskomunikasi atau kesalahpahaman, sehingga tidak semestinya disampaikan melalui media sosial yang dapat memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
“Saya menyadari bahwa unggahan foto dan tulisan yang saya bagikan melalui akun Facebook ‘Gagal Sarjana’ telah menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan di tengah masyarakat. Untuk itu saya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang merasa dirugikan maupun kepada masyarakat luas,” ungkap Didik dalam pernyataan klarifikasinya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki maksud untuk menyinggung, merugikan, maupun mencemarkan nama baik pihak manapun. Unggahan tersebut diakuinya dibuat secara spontan tanpa mempertimbangkan dampak yang dapat ditimbulkan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Didik menyatakan telah menghapus unggahan tersebut dari akun media sosialnya dan berkomitmen untuk lebih bijak serta berhati-hati dalam menggunakan media sosial di kemudian hari.
“Saya berjanji akan lebih berhati-hati dalam membuat maupun membagikan informasi di media sosial. Semoga dengan klarifikasi ini permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan secara baik-baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut,” tambahnya.
Melalui klarifikasi ini diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa persoalan yang sempat beredar tersebut murni terjadi karena kesalahpahaman, serta menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi orang lain.
Sumber:tim






