Radar nusantara 7.com//– Massa mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026), meminta aparat keamanan untuk tidak melakukan tindakan represif terhadap demonstran yang menyampaikan aspirasi di ruang publik.
Dalam orasinya, Anggota Garda Menwa Universitas Indonesia (UI), Raka Andika, menegaskan bahwa mahasiswa yang turun ke jalan bukanlah ancaman bagi negara dan tidak layak diperlakukan layaknya kelompok bersenjata.
“Tolong jangan represif! Kami ini mahasiswa, bukan KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata). Kami tidak membawa senjata. Kami membawa niat untuk membawa perbaikan bagi rakyat Indonesia,” tegas Raka di hadapan massa aksi.
Raka juga meminta aparat keamanan dari TNI maupun Polri untuk tidak memandang mahasiswa sebagai musuh ataupun pelaku kejahatan. Menurutnya, demonstrasi merupakan bagian dari hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
“Jangan menganggap kami seperti musuh. Jangan menganggap kami seperti penjahat. Kami ini mahasiswa, masyarakat Indonesia yang ingin menyampaikan aspirasi. Jangan menghadapi kami dengan senjata,” ujarnya.
Lebih lanjut, Raka menjelaskan bahwa aksi yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat. Ia menegaskan bahwa gerakan mahasiswa lahir dari keresahan yang dirasakan rakyat dan tidak ditunggangi kepentingan pihak tertentu.
“Kami mempunyai niat yang mulia untuk rakyat Indonesia. Kami tidak ditunggangi siapa pun. Niat kami tulus untuk bangsa dan negara ini. Hidup rakyat Indonesia,” serunya yang disambut teriakan peserta aksi.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan dalam aksi mahasiswa yang berlangsung di pusat ibu kota, sekaligus menegaskan tuntutan agar aparat mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal penyampaian pendapat di muka umum.
Sumber:humas






