PROMOSI MEDIA : RadarNusantara7.com siap menjadi mitra publikasi terpercaya | Terima pemasangan iklan | Advertorial | Kerjasama media
21 April 2026
Screenshot_20260224_1639312.jpg


Radar Nusantara7.com – Lumajang, Selasa 24 Februari 2026 – Peristiwa banjir lahar hujan Gunung Semeru kembali memakan korban nyaris celaka. Seorang siswi SDN Jugosari 3 dilaporkan terseret arus lahar di Sungai Regoyo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, saat hendak berangkat ke sekolah bersama ayahnya pada Senin (23/2/2026).


Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika ayah korban, Anton, nekat menerjang derasnya arus sungai menggunakan sepeda motor. Padahal, sejumlah warga sekitar telah mengingatkan agar tidak melintas karena debit air meningkat akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan lereng Gunung Semeru sejak Minggu sore.


Saat berada di tengah aliran sungai, kendaraan yang dikendarai kehilangan keseimbangan. Kuatnya arus lahar bercampur material vulkanik membuat motor oleng dan keduanya terseret sejauh lebih dari lima meter. Situasi sempat menegangkan karena arus terlihat deras dan membawa batu serta lumpur.


Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi sigap memberikan pertolongan. Dengan upaya cepat dan gotong royong, ayah dan anak tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Meski tidak mengalami luka serius, perlengkapan sekolah milik siswi tersebut basah dan sepeda motor yang digunakan mengalami mogok akibat terendam air.


Banjir lahar hujan ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan di wilayah hulu Gunung Semeru. Material vulkanik sisa erupsi yang terbawa air hujan mengalir mengikuti alur sungai dan berpotensi membahayakan warga yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai.


Pihak terkait kembali mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi sungai saat debit air meningkat, terutama di kawasan yang menjadi jalur aliran lahar. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dibandingkan kepentingan lainnya.


Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat Lumajang dan sekitarnya untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi dan lahar hujan, khususnya saat cuaca ekstrem melanda wilayah lereng Gunung Semeru.

Sumber:tim

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *