Radar Nusantara7.com | Makassar – Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menerima kunjungan silaturahmi rombongan Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar yang dipimpin Kepala Balai Rustam Massainai, S.T.P., M.Sc., bersama Direktur Utama PT Harfia Graha Perkasa, Haji Sahar, di Ruang Tamu Pangdam, Makodam XIV/Hasanuddin, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (13/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga membahas percepatan pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Program tersebut merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Dalam pertemuan tersebut, Pangdam XIV/Hasanuddin didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Kodam XIV/Hasanuddin. Sementara itu, pihak BPLIP dan PT Harfia Graha Perkasa memaparkan berbagai kesiapan teknis maupun administratif yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program secara optimal.
Berbagai aspek penting menjadi fokus pembahasan, mulai dari kesiapan lahan pertanian, ketersediaan jaringan irigasi, validitas data lapangan, hingga penguatan koordinasi lintas sektor. Langkah tersebut dinilai penting agar pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah.
Mayjen TNI Bangun Nawoko menegaskan bahwa pengecekan langsung ke lokasi merupakan tahapan yang wajib dilakukan sebelum pekerjaan dimulai. Menurutnya, verifikasi lapangan menjadi faktor utama untuk menghindari berbagai kendala yang berpotensi menghambat proses pelaksanaan program.
“Pengecekan di lapangan harus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh proses berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegas Pangdam.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menyukseskan program strategis nasional tersebut, Pangdam XIV/Hasanuddin menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung serta mengawal percepatan Program Cetak Sawah Rakyat di Sulawesi Tenggara. Ia menilai sektor pangan memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Dalam hal ini saya sangat berkomitmen, karena menurut saya pangan itu bagian strategis. Hari ini kita masih bersyukur, alhamdulillah kondisi pangan kita baik-baik saja,” ujar Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Lebih lanjut, Pangdam menjelaskan bahwa pelaksanaan program cetak sawah saat ini berada di bawah pengawasan yang ketat. Pemantauan dilakukan melalui teknologi satelit yang dipadukan dengan verifikasi langsung oleh petugas di lapangan, sehingga seluruh progres pekerjaan dapat dipantau secara objektif dan transparan.
Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak memastikan status lahan yang akan dikerjakan, termasuk menyangkut kondisi lahan, legalitas Hak Guna Usaha (HGU), serta kesiapan infrastruktur pendukung, khususnya jaringan irigasi. Kepastian tersebut dinilai sangat penting agar program dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Program Cetak Sawah Rakyat sendiri diharapkan mampu meningkatkan luas lahan produktif, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani di Sulawesi Tenggara. Sinergi antara pemerintah, TNI, dan pihak swasta menjadi kunci utama dalam mewujudkan keberhasilan program tersebut.
Melalui kolaborasi yang kuat dan pengawasan yang berkelanjutan, Program Cetak Sawah Rakyat diharapkan dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam menjawab tantangan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di masa mendatang.
Sumber:humas
(Redaksi Radar Nusantara7.com)






