PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
IMG-20260915-WA0073

SURAKARTA, Radar Nusantara 7.com — Upaya memastikan kualitas dan keamanan makanan dalam program pemenuhan gizi terus mendapat perhatian dari jajaran TNI di wilayah. Babinsa Danukusuman Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Serda Tito, melakukan pengecekan langsung ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dapur SPPG yang berada di Jalan Pattimura RT 03/RW 14, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, menjadi lokasi pengecekan untuk memastikan proses pengolahan makanan berjalan dengan memperhatikan aspek kebersihan, keamanan, serta ketepatan sasaran sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.

Serda Tito mengatakan, pengecekan dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk memastikan makanan yang disiapkan memenuhi standar kebersihan dan keamanan sehingga dapat meminimalkan risiko terjadinya kejadian luar biasa akibat keracunan makanan.

“Kami melakukan pengecekan untuk memastikan proses pengolahan makanan berjalan higienis, aman dan tepat sasaran. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kejadian luar biasa keracunan makanan,” ungkap Serda Tito.

Menurutnya, program pemenuhan gizi memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang membutuhkan asupan makanan bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan aktivitas mereka sehari-hari.

“Program ini sangat membantu masyarakat, khususnya anak-anak sekolah agar mendapatkan asupan gizi yang baik setiap hari. Kami ingin memastikan kualitas makanan tetap terjaga sebelum didistribusikan,” tegasnya.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah di bidang peningkatan kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Serda Tito menilai, keberadaan SPPG tidak sekadar berkaitan dengan pembagian makanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang sehat dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik.

“SPPG bukan sekadar pembagian makanan, tetapi investasi masa depan untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat dan siap bersaing. Karena itu pengawasannya harus benar-benar maksimal,” pungkas Serda Tito.

Melalui pengecekan secara langsung di lapangan, diharapkan proses pengolahan hingga pendistribusian makanan dapat terus berjalan dengan baik, sehingga manfaat program pemenuhan gizi benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran.(*)

Radar Nusantara 7.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *