PALANGKA RAYA, Radar Nusantara 7.com — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mendapat perhatian langsung dari jajaran Kodam XXII/Tambun Bungai.
Kasdam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI Sugiyono, M.Si., turun langsung meninjau lokasi Karhutla di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 21, Palangka Raya, untuk melihat kondisi lahan sekaligus memantau proses penanganan yang dilakukan personel di lapangan.
Dalam peninjauan tersebut, Kasdam XXII/TB didampingi Brigjen TNI Debok serta Kapuskodalops Letkol Inf Nurliwedie Nurdin Kanan, S.M., M.M. Rombongan meninjau area yang terdampak kebakaran dan melihat secara langsung upaya pemadaman serta penanganan Karhutla.
Kehadiran pimpinan Kodam di lokasi menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan Karhutla berjalan secara terpadu dan sesuai kondisi di lapangan. Personel yang bertugas juga diarahkan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan selama melakukan pemadaman.
Kasdam XXII/TB menekankan agar seluruh personel mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas. Menurutnya, penanganan Karhutla harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi sehingga potensi meluasnya api dapat ditekan.
Selain mengancam kawasan vegetasi, kebakaran hutan dan lahan juga berpotensi menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar. Karena itu, langkah deteksi, pemadaman, dan penanganan secara dini menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian Karhutla.
Kasdam juga mengingatkan seluruh unsur yang terlibat agar terus menjaga koordinasi selama proses penanganan berlangsung. Sinergi antarpersonel dinilai diperlukan untuk menghadapi kondisi di lapangan yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Peninjauan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Kodam XXII/Tambun Bungai dalam mendukung percepatan penanggulangan Karhutla di Kalimantan Tengah, khususnya melalui pemantauan langsung dan penguatan koordinasi dengan personel yang berada di lapangan.
Upaya penanganan diharapkan dapat berjalan efektif sehingga kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap lingkungan serta aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.(*)
Radar Nusantara 7.com






