MADIUN | Radar Nusantara 7.com — Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) terus memastikan Program Jembatan Garuda yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat (TNI AD) benar-benar tepat sasaran serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui peninjauan langsung terhadap sejumlah Jembatan Garuda yang telah selesai dibangun. Pada Rabu, 2 September 2026, Pjs. Kasiter Korem 081/DSJ, Mayor Arm Timbul Moedjihartoyo, meninjau dua Jembatan Garuda di wilayah Kabupaten Madiun.
Peninjauan diawali di Jembatan Garuda yang berada di Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, kemudian dilanjutkan ke Jembatan Garuda di Desa Lembah, Kecamatan Dolopo.
Selain memastikan kondisi fisik bangunan, kegiatan tersebut juga bertujuan melihat secara langsung manfaat keberadaan jembatan bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.
Mayor Arm Timbul Moedjihartoyo mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan, kedua jembatan memiliki konstruksi yang kuat dan kokoh. Keberadaan jembatan juga dinilai telah memberikan dampak nyata terhadap kemudahan mobilitas masyarakat.
“Tadi sama-sama kita lihat, baik yang di Gemarang maupun Lembah, konstruksinya sangat kuat dan kokoh. Keberadaannya juga sangat membantu masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari,” ujarnya saat berada di lokasi Jembatan Garuda Desa Lembah.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penghubung antarkawasan. Lebih dari itu, keberadaannya memiliki manfaat luas dalam menunjang aktivitas perekonomian, pertanian, pendidikan, maupun kegiatan sosial masyarakat.
Karena itu, Korem 081/DSJ akan terus melakukan pemantauan terhadap jembatan-jembatan yang telah dibangun. Peninjauan dilakukan secara berkala di berbagai titik yang berada di wilayah Korem 081/DSJ.
“Kita ingin memastikan bahwa apa yang sudah dibangun ini benar-benar memberikan manfaat dan dapat digunakan masyarakat dengan baik. Karena tujuan akhirnya adalah membantu dan mempermudah aktivitas masyarakat,” kata Mayor Timbul.
Ia menjelaskan, kedua Jembatan Garuda yang ditinjau merupakan jembatan gantung dengan ukuran yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan wilayah masing-masing.
Jembatan Garuda di Desa Tawangrejo memiliki panjang 30 meter dan lebar 1,2 meter. Sementara Jembatan Garuda di Desa Lembah memiliki panjang 47 meter dengan lebar 1,2 meter.
“Jembatan Garuda yang kita tinjau hari ini berjenis jembatan gantung. Untuk yang di Tawangrejo memiliki panjang 30 meter dan lebar 1,2 meter. Sedangkan yang di Lembah memiliki panjang 47 meter dengan lebar 1,2 meter,” jelasnya.
Pamen TNI AD tersebut menambahkan, kedua jembatan memiliki daya tahan terhadap beban hingga 1,5 ton. Kapasitas tersebut menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan masyarakat dalam menggunakan fasilitas jembatan.
Bagi masyarakat, keberadaan Jembatan Garuda menjadi solusi atas keterbatasan aksesibilitas yang selama ini dihadapi. Akses yang sebelumnya sulit dilalui kini menjadi lebih mudah dan efisien.
Kemudahan akses tersebut tidak hanya dapat memangkas waktu dan jarak tempuh masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang lebih besar bagi peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga.
Radar Nusantara 7.com






