PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
Screenshot_2026-05-18-10-03-31-415_com.facebook.lite-edit

Radar nusantara 7.com//Jakarta – Rencana Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali berkeliling Indonesia mulai Juni 2026 memunculkan berbagai spekulasi politik. Agenda tersebut mendapat sorotan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menilai langkah itu bukan sekadar kegiatan menyapa masyarakat, tetapi juga memiliki pesan politik menjelang kontestasi Pemilu 2029.

Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli menilai agenda safari daerah yang akan dilakukan Jokowi dapat dibaca sebagai sinyal politik terhadap Presiden Prabowo Subianto.

“Ini pesan halus sekaligus ancaman bagi Prabowo. Jokowi ingin menyatakan bahwa dirinya masih diperhitungkan dalam peta politik nasional,” ujar Guntur Romli, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, langkah Jokowi berkeliling Indonesia berpotensi menjadi sarana konsolidasi kekuatan politik sekaligus menjaga pengaruh politik yang selama ini telah terbentuk.

Guntur juga menyinggung posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai menjadi bagian dari keberlanjutan pengaruh politik Jokowi di tingkat nasional.

Ia bahkan mengaitkan agenda tersebut dengan kemungkinan dinamika politik menuju Pemilu 2029, termasuk potensi hubungan politik antara Presiden Prabowo dan Gibran di masa mendatang.

“Atau ini bagian dari persiapan jangka panjang untuk menjaga pengaruh politik keluarga Jokowi menuju 2029,” tambahnya.

Selain itu, Guntur turut menyoroti pernyataan Jokowi sebelumnya yang sempat menyampaikan keinginan untuk kembali ke Solo dan menjalani kehidupan sebagai warga biasa usai menyelesaikan masa jabatannya sebagai presiden.

Namun demikian, menurutnya, rencana kembali aktif berkeliling Indonesia justru memunculkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.

“Publik bisa menilai bahwa Jokowi masih terus menghimpun kekuatan politik. Ini dianggap bertolak belakang dengan pernyataan sebelumnya,” katanya.

Dalam pernyataannya, Guntur juga mengaitkan posisi sejumlah anggota keluarga Jokowi yang kini berada di lingkaran kekuasaan, mulai dari Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden, Kaesang Pangarep yang menjabat Ketua Umum PSI, hingga Bobby Nasution sebagai Gubernur Sumatera Utara.

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan anggapan adanya upaya menjaga kesinambungan pengaruh politik keluarga Jokowi di tingkat nasional.

“Semua analisa itu bermuara pada satu hal, yakni syahwat politik Jokowi yang dinilai masih sangat tinggi,” ucapnya.

Sementara itu, dari pihak relawan Projo, Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik menyampaikan bahwa kondisi kesehatan Jokowi saat ini sudah membaik dan siap kembali menjalankan aktivitas di lapangan.

“Kesehatannya sudah pulih 99 persen, dan bulan depan beliau direncanakan mulai berkeliling Indonesia untuk menyapa masyarakat,” ujar Freddy.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Jokowi belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan yang dilontarkan oleh PDIP tersebut.

Pengamat menilai, dinamika politik pasca Pilpres 2024 diperkirakan masih akan terus berkembang, terutama menjelang mulai menghangatnya pembahasan arah koalisi dan peta kekuatan politik menuju Pemilu 2029.

Sumber:(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *