Radar nusantara 7.//BURU – Dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia 2026, Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) IX, Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas, S.H., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Ekspedisi Wanadri Women Dive (WWD) yang berlangsung di Aula Pantai Jikumerasa, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Maluku, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang mengusung semangat pelestarian lingkungan laut tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Wanadri Women Dive (WWD) dan TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral IX Maluku. Ekspedisi ini turut melibatkan berbagai mitra strategis, di antaranya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas lokal, serta sejumlah lembaga yang memiliki perhatian terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut.
Acara pembukaan dihadiri oleh Bupati Kabupaten Buru, Aster Dankodaeral IX, Dandim 1506/Namlea, Kapolres Buru, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buru, personel Wanadri, personel Kodaeral IX, serta masyarakat setempat yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Momentum Hari Laut Sedunia dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat sinergi antara TNI AL, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya laut yang menjadi aset penting bagi kehidupan masyarakat pesisir.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata, mulai dari gerakan bersih pantai, edukasi lingkungan, hingga aksi free dive yang melibatkan peserta ekspedisi dan masyarakat setempat. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan ekosistem pesisir sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan laut Indonesia.
Sebagai puncak kegiatan, dilaksanakan aksi penyelaman transplantasi terumbu karang yang menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga dan memulihkan ekosistem bawah laut di wilayah Pulau Buru. Aksi konservasi tersebut dipimpin langsung oleh Dankodaeral IX didampingi Aster Dankodaeral IX, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta didukung tim penyelam Kodaeral IX dan penyelam dari Wanadri Women Dive.
Dalam keterangannya, Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas menyampaikan bahwa transplantasi terumbu karang merupakan salah satu langkah nyata untuk membantu mengembalikan fungsi ekologis kawasan terumbu karang yang mengalami kerusakan akibat berbagai faktor, baik alami maupun aktivitas manusia.
Menurutnya, terumbu karang memiliki peran yang sangat penting sebagai habitat berbagai jenis biota laut, pelindung alami kawasan pesisir, serta penunjang kehidupan masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor kelautan dan perikanan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengembalikan fungsi terumbu karang yang rusak sekaligus menjaga keanekaragaman hayati bawah laut, khususnya di wilayah Pulau Buru,” ujar Dankodaeral IX.
Ia menambahkan bahwa program bertajuk “Rediscover Buru – Moving Forward Coral Restoration and Beyond” bukan sekadar kegiatan seremonial dalam rangka peringatan Hari Laut Sedunia. Lebih dari itu, program tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan lingkungan laut Indonesia.
“Penanaman terumbu karang ini adalah upaya menanam harapan bagi keberlanjutan ekosistem laut serta generasi yang akan datang. Melalui kerja sama berbagai pihak, kita ingin memastikan bahwa kekayaan laut Indonesia tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, TNI Angkatan Laut bersama seluruh pemangku kepentingan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga laut semakin meningkat. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat, komunitas, akademisi, dan masyarakat, upaya konservasi laut diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.
Peringatan Hari Laut Sedunia di Kabupaten Buru pun menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan laut bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan tugas bersama demi menjaga warisan alam Indonesia bagi generasi mendatang.
Sumber:humas




