PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
1779087416686

Radar nusantara 7.com//Jakarta – Presiden Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem pertahanan nasional dengan menyerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI), Senin (18/05/2026), di Pangkalan Udara .

Dalam penyerahan tersebut, pemerintah menghadirkan berbagai platform pertahanan modern yang diproyeksikan menjadi tulang punggung penguatan pertahanan udara Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Alutsista yang diserahkan meliputi enam unit pesawat tempur multirole MRCA Rafale, empat unit pesawat Falcon 8X, satu unit pesawat Airbus A400M MRTT, satu sistem rudal Meteor, enam smart weapon Hammer, serta satu unit radar Ground Control Intercept (GCI) GM403.

Kehadiran pesawat tempur Rafale menjadi perhatian utama dalam agenda tersebut. Pesawat generasi modern ini dinilai mampu meningkatkan kemampuan tempur udara TNI AU, baik dalam operasi udara-ke-udara maupun udara-ke-darat. Dukungan rudal jarak jauh Meteor dan sistem persenjataan pintar Hammer disebut akan memperkuat daya gentar sekaligus kesiapan operasional pertahanan udara nasional.

Selain itu, pesawat Falcon 8X juga dipersiapkan untuk mendukung mobilitas strategis, misi pengawasan, hingga fungsi komando dalam berbagai operasi militer dan kenegaraan. Sementara Airbus A400M MRTT akan memperkuat kemampuan angkut strategis sekaligus pengisian bahan bakar di udara yang menjadi kebutuhan penting dalam operasi jarak jauh.

Tak hanya memperkuat armada udara, pemerintah juga menghadirkan radar GCI GM403 yang memiliki kemampuan deteksi dini terhadap ancaman di wilayah udara nasional. Sistem radar tersebut berfungsi membantu pemantauan pergerakan udara sekaligus mengarahkan pesawat tempur menuju sasaran yang dinilai melanggar kedaulatan wilayah Indonesia.

Usai prosesi penyerahan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertahanan yang kuat merupakan syarat mutlak bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas nasional serta menghadapi berbagai tantangan global di masa mendatang.

Menurut Presiden, pembangunan kekuatan pertahanan akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dengan fokus penguatan di seluruh matra, baik darat, laut, maupun udara.

“Pertahanan yang kuat adalah fondasi utama menjaga kedaulatan bangsa dan melindungi kepentingan strategis nasional,” ujar Presiden dalam keterangannya.

Langkah modernisasi alutsista ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan profesionalisme TNI sekaligus memastikan kesiapan pertahanan nasional dalam menghadapi berbagai potensi ancaman yang terus berkembang.

Sumber: BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *