PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
IMG-20260924-WA0228

BOJONEGORO — Radar Nusantara 7.com, Kamis (24/9/2026) — Pembangunan jalan rigid beton dan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Woro, Kecamatan Kepoh Baru, Kabupaten Bojonegoro, menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Proyek yang menurut informasi yang diterima redaksi bernilai sekitar Rp2 miliar tersebut mendapat sorotan terkait transparansi pelaksanaan maupun kondisi pekerjaan di lapangan.

Informasi tersebut disampaikan seorang sumber kepada redaksi melalui pesan WhatsApp. Sumber meminta agar identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurut sumber, salah satu hal yang menjadi pertanyaan adalah keberadaan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Ia menyebut, berdasarkan pengamatannya, belum melihat papan informasi yang mencantumkan secara jelas identitas pekerjaan, nilai anggaran, pelaksana atau perusahaan pemenang tender, serta pihak konsultan pengawas.

“Kalau memang proyek pemerintah, seharusnya informasi pekerjaan dapat diketahui masyarakat. Mulai dari nilai anggaran, pelaksana pekerjaan sampai konsultan pengawas,” ujar sumber melalui pesan WhatsApp kepada redaksi.

Selain persoalan transparansi, sumber juga mempertanyakan kualitas pekerjaan yang terlihat di lapangan. Ia menilai terdapat bagian pekerjaan yang menurut pengamatannya belum sesuai dengan harapan masyarakat, antara lain kondisi lapisan pekerjaan dan bagian konstruksi yang disebutnya terlihat kurang kokoh.

Sumber juga menyoroti pekerjaan yang disebut berkaitan dengan cross serta lantai kerja. Menurutnya, terdapat bagian yang dinilai kurang dalam dan beberapa permukaan beton terlihat rapuh sebagaimana terlihat dalam dokumentasi foto yang diterima redaksi.

Namun demikian, penilaian terhadap kualitas konstruksi tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan pengamatan visual atau foto. Untuk memastikan apakah pekerjaan tersebut telah memenuhi spesifikasi teknis, diperlukan pemeriksaan teknis, dokumen kontrak, RAB, serta pengukuran oleh pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi.

Munculnya sorotan tersebut membuat masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui dinas teknis terkait maupun Inspektorat dapat melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

Pemeriksaan diharapkan tidak hanya melihat kondisi fisik pekerjaan, tetapi juga mencakup aspek administrasi, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, penggunaan anggaran, hingga kesesuaian pelaksanaan dengan dokumen kontrak.

Jika memang ditemukan ketidaksesuaian, masyarakat berharap dapat dilakukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, apabila pekerjaan telah sesuai spesifikasi, klarifikasi dan penjelasan resmi dari pihak terkait juga penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Radar Nusantara 7.com masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Pemerintah Desa Woro, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dinas teknis terkait, pihak pelaksana pekerjaan, maupun konsultan pengawas untuk memberikan penjelasan mengenai proyek tersebut.

Catatan redaksi: Istilah “proyek siluman” dalam pemberitaan ini merupakan ungkapan/sudut pandang sumber, bukan kesimpulan redaksi. Redaksi belum menyimpulkan adanya pelanggaran sebelum terdapat hasil pemeriksaan atau keterangan resmi dari pihak berwenang.

Secara administratif, Desa Woro memang berada di Kecamatan Kepoh Baru, Kabupaten Bojonegoro.
Sumber (*)

Radar Nusantara 7.com
Akurat, Cepat dan Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *