Radar Nusantara7.com – Jombang, 6 Maret 2026 – Puluhan santri di Pondok Pesantren Darut Taubah, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala yang diduga keracunan makanan. Insiden tersebut terjadi setelah para santri menyantap menu makanan yang dibagikan untuk berbuka puasa.
Peristiwa ini sontak membuat panik pengurus pesantren dan para santri lainnya. Beberapa santri dilaporkan mengalami keluhan seperti mual, muntah, pusing, dan lemas tak lama setelah mengonsumsi makanan berbuka. Untuk mengantisipasi kondisi yang lebih serius, para santri yang mengalami gejala langsung dibawa ke beberapa puskesmas serta rumah sakit terdekat guna mendapatkan penanganan medis.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berlangsung pada saat para santri menjalani kegiatan berbuka puasa bersama di lingkungan pondok pesantren. Setelah makanan dikonsumsi, sejumlah santri mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak nyaman hingga akhirnya mendapat penanganan dari tim medis.
Pihak pengurus pondok pesantren segera mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi dengan petugas kesehatan serta aparat kepolisian setempat untuk memastikan kondisi para santri dan mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Kapolsek Mojowarno Polres Jombang, Kompol Yogas, dikabarkan telah menerima informasi terkait peristiwa tersebut. Komunikasi awal antara pihak kepolisian dengan sejumlah pihak yang mengetahui kejadian juga telah dilakukan untuk mengumpulkan data dan memastikan langkah penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, hingga saat ini pihak berwenang masih melakukan pendataan terhadap jumlah santri yang terdampak serta menelusuri kemungkinan penyebab keracunan. Sampel makanan yang dikonsumsi para santri juga berpotensi diperiksa lebih lanjut guna memastikan apakah insiden tersebut benar disebabkan oleh makanan yang disajikan saat berbuka puasa.
Di sisi lain, sejumlah tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit yang menerima para santri terus melakukan observasi medis guna memastikan kondisi mereka tetap stabil. Mayoritas santri yang mendapatkan perawatan dilaporkan mengalami gejala ringan hingga sedang.
Pihak kepolisian bersama tenaga kesehatan dan pihak pesantren saat ini masih melakukan koordinasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal sekaligus mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Perkembangan terkait insiden ini masih terus dipantau, sementara pihak berwenang diharapkan segera memberikan keterangan resmi setelah proses pemeriksaan dan pendataan selesai dilakukan.
Sumber: Andika
Editor: Redaksi

