Radar Nusantara7.com – //Bojonegoro – Kegiatan santunan anak yatim yang digelar di Masjid Al-Huda, Desa Prambatan, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, berlangsung meriah dan penuh khidmat pada Sabtu (14/3/2026). Acara tersebut menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam memperkuat nilai kepedulian sosial, khususnya kepada anak-anak yatim di lingkungan desa.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, alim ulama, serta pengurus takmir masjid. Tampak hadir di antaranya KH Abdulrohman, KHJ Ahmadi, para tokoh pemuda, serta masyarakat setempat yang turut memeriahkan kegiatan tersebut.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim yang berada di wilayah Desa Prambatan. Suasana kebersamaan terlihat jelas ketika para tokoh masyarakat, pengurus masjid, serta warga saling berinteraksi dan memberikan dukungan moral kepada para penerima santunan.

Salah satu tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bentuk kepedulian bersama sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat, terlebih pada momentum bulan suci Ramadhan.
“Melalui kegiatan ini kami berharap kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat Desa Prambatan dapat terus terjaga. Santunan ini memang tidak seberapa, namun diharapkan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim,” ujarnya.
Takmir Masjid Al-Huda juga berharap kegiatan santunan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya. Selain membantu anak-anak yatim, kegiatan tersebut juga dinilai mampu mempererat tali silaturahmi antara tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda di desa.
Sementara itu, para tokoh pemuda Desa Prambatan menegaskan komitmen mereka untuk terus terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masjid. Mereka berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin peduli terhadap sesama.
Dengan terselenggaranya kegiatan santunan anak yatim ini, masyarakat Desa Prambatan berharap nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dan menjadi tradisi positif yang berkelanjutan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Sumber: Tim
Editor: Redaksi






