Radar nusantara 7.com// nusa Tenggara barat — Proses pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga Senin (18/5/2026), progres pengerjaan jembatan gantung yang dibangun melintasi Sungai Padolo tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar 51 persen.
Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu upaya peningkatan infrastruktur yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses penghubung antarwilayah yang lebih aman dan efisien. Selama ini, aliran Sungai Padolo menjadi salah satu hambatan mobilitas warga, khususnya saat debit air meningkat pada musim hujan.
Jembatan Perintis Garuda dibangun dengan panjang sekitar 60 meter dan lebar 1,5 meter. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mempermudah akses masyarakat menuju berbagai fasilitas penting seperti sekolah, pasar, tempat ibadah, fasilitas pelayanan umum, hingga menunjang aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
Dalam proses pengerjaannya, pembangunan jembatan melibatkan kolaborasi lintas unsur yang terdiri dari personel TNI, aparatur pemerintah setempat, serta partisipasi aktif masyarakat sekitar. Sedikitnya delapan personel TNI, tiga aparatur pemerintah, dan 12 warga terlibat langsung dalam kegiatan gotong royong di lokasi pembangunan.

Keterlibatan berbagai elemen tersebut dinilai menjadi cerminan kuatnya budaya kebersamaan dan semangat gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat. Selain itu, sinergi antara TNI dan warga juga memperlihatkan bentuk nyata kemanunggalan dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Warga setempat menyambut positif pembangunan jembatan tersebut karena diyakini akan membawa dampak besar terhadap kelancaran aktivitas harian masyarakat. Selama ini, sebagian warga harus memutar jalur yang cukup jauh untuk mencapai pusat aktivitas ekonomi maupun fasilitas pendidikan.
Dengan adanya jembatan penghubung tersebut, akses transportasi warga nantinya diharapkan menjadi lebih cepat, aman, dan efisien. Hal ini juga diyakini dapat membantu mempercepat distribusi hasil usaha masyarakat serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih baik.
Selain berfungsi sebagai sarana penghubung, Jembatan Perintis Garuda juga dipandang sebagai simbol kolaborasi sosial antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam membangun daerah secara bersama-sama. Semangat kebersamaan yang terlihat selama proses pembangunan menjadi nilai positif yang diharapkan terus terjaga dalam berbagai program pembangunan lainnya di Kota Bima.
Meski progres pembangunan telah mencapai lebih dari separuh pengerjaan, seluruh pihak terkait tetap diharapkan menjaga kualitas pekerjaan agar jembatan yang dibangun benar-benar aman dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Penyelesaian proyek tepat waktu juga menjadi harapan masyarakat agar manfaat jembatan dapat segera dirasakan secara maksimal.
Ke depan, keberadaan Jembatan Perintis Garuda diyakini tidak hanya memperpendek jarak tempuh masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu pendukung peningkatan kualitas hidup warga melalui kemudahan akses, penguatan konektivitas wilayah, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kelurahan Manggemaci dan sekitarnya.
Sumber:humas






