Radar nusantara 7//BOYOLALI – Malam pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kecamatan Gladaksari, Kabupaten Boyolali, Minggu (28/6/2026) malam hingga Senin (29/6/2026) dini hari, diwarnai serangkaian aksi kekerasan di sejumlah lokasi. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik peristiwa tersebut.
Kericuhan dilaporkan terjadi di tiga lokasi berbeda, yakni di Desa Trosobo, Kecamatan Sambi, kawasan Jalan Solo–Semarang wilayah Ngangkruk, Kecamatan Banyudono, serta di depan sebuah bengkel mobil di Kecamatan Teras.
Insiden pertama terjadi di Desa Trosobo. Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan konvoi yang terdiri dari tujuh sepeda motor diduga dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal yang datang menggunakan dua sepeda motor. Diduga terjadi penyerangan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan dua orang mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan di RS Asyifa Sambi. Selain itu, satu unit sepeda motor Honda PCX milik korban dilaporkan terbakar di lokasi kejadian.
Peristiwa berikutnya terjadi di kawasan Ngangkruk, Kecamatan Banyudono. Dua orang yang berada dalam rombongan konvoi dilaporkan menjadi korban penyerangan saat berhenti di tepi jalan. Keduanya mengalami luka dan dievakuasi ke RS Indriati Boyolali untuk mendapatkan penanganan medis. Sebuah sepeda motor milik korban juga dilaporkan hangus terbakar.
Kepadatan arus kendaraan akibat banyaknya rombongan yang melintas juga sempat menghambat proses penanganan di lokasi. Kendaraan pemadam kebakaran yang menuju tempat kejadian dilaporkan mengalami kesulitan melintas karena kemacetan di Jalan Solo–Semarang.
Sementara itu, di lokasi ketiga, tepatnya di depan sebuah bengkel mobil di Kecamatan Teras, terjadi aksi perusakan yang mengakibatkan seorang karyawan bengkel mengalami luka akibat pemukulan. Selain itu, sejumlah kaca kendaraan pelanggan, kaca bengkel, serta rumah warga di sekitar lokasi dilaporkan mengalami kerusakan akibat lemparan batu.
Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, mengatakan Satreskrim Polres Boyolali masih melakukan penyelidikan secara intensif. Polisi saat ini mengumpulkan keterangan saksi, barang bukti, serta mendalami identitas para pelaku maupun korban.
“Proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif serta pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Cabang PSHT, Komarudin, mengaku tidak mengetahui secara langsung adanya kericuhan karena saat kejadian dirinya fokus mengikuti rangkaian acara pengesahan di Gladaksari yang lokasinya cukup jauh dari titik-titik insiden.
Ia menjelaskan bahwa para penggembira yang hadir berasal dari berbagai daerah, seperti Salatiga, Semarang, Kudus, Magelang, hingga wilayah Solo Raya. Namun demikian, pihaknya belum dapat memastikan keterlibatan pihak tertentu dalam insiden tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat kepolisian.
Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah korban mengalami luka, kerusakan pada fasilitas milik warga, serta kemacetan panjang di beberapa ruas jalan. Hingga kini, Polres Boyolali masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku dan memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sumber:(*)






