PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Screenshot_2026-06-23-16-34-34-217_com.whatsapp.w4b-edit

Morotai, Radar Nusantara 7 – Kasus pencurian yang terjadi di kawasan Pasar Modern Gotalamo, Kabupaten Pulau Morotai, kembali menuai sorotan publik. Tiga toko milik pedagang di Blok B pasar tersebut dilaporkan menjadi sasaran pencurian pada Selasa (23/6/2026).

Para korban, yakni Rosalinda, Amina, dan Gita, mengaku kecewa karena peristiwa serupa disebut telah berulang kali terjadi di kawasan pasar yang berada di Kecamatan Morotai Selatan itu.

Saat ditemui awak media pada Selasa sore sekitar pukul 15.00 WIT, Rosalinda mengatakan bahwa dirinya bersama pedagang lain sebelumnya telah melaporkan kejadian pencurian yang pernah mereka alami kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop) Kabupaten Pulau Morotai. Namun, hingga kini kasus serupa masih terus terjadi.

“Kasus seperti ini sudah berulang kali terjadi di Pasar Gotalamo, khususnya di Blok B. Kami juga pernah menyampaikan laporan kepada pihak terkait agar ada perhatian dan pengawasan yang lebih baik,” ujar Rosalinda.

Sementara itu, Amina menuturkan bahwa dirinya baru mengetahui tokonya telah dibobol saat datang membuka usaha pada pagi hari.

“Sekitar pukul 08.00 WIT saya datang ke toko dan mendapati barang-barang dagangan sudah hilang. Hampir semuanya ludes dicuri,” ungkap Amina.

Pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh dua pedagang lainnya, yakni Gita dan Rosalinda, yang mengalami kejadian serupa.

Para korban mengaku telah membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian dan berharap kasus tersebut segera diusut hingga pelakunya dapat ditangkap.

Selain itu, mereka meminta Dinas Perindagkop selaku pihak yang memiliki kewenangan pengawasan di kawasan pasar agar lebih meningkatkan sistem keamanan dan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Kami berharap pengawasan di Pasar Gotalamo diperketat sehingga para pedagang dapat merasa aman saat menjalankan usaha,” harap Amina.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun Dinas Perindagkop Kabupaten Pulau Morotai terkait peristiwa pencurian tersebut.

(Fata: Nusantara 7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *