PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
Screenshot_2026-05-12-18-42-29-100_com.facebook.lite-edit

Radar nusantara7.com//surabaya – Misteri tewasnya seorang petugas keamanan atau satpam berinisial DM (48) di kawasan Jalan Sukomanunggal Jaya, Kota Surabaya, akhirnya mulai terungkap. Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan terduga pelaku kurang dari enam jam setelah kejadian berdarah tersebut terjadi.

Korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area kompleks Graha DST, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, pada Selasa malam (12/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Lokasi penemuan jasad diketahui merupakan bekas gedung perkantoran tiga lantai yang sudah lama tidak beroperasi dan terbengkalai selama kurang lebih lima hingga enam tahun terakhir.

Kasat Reskrim AKBP Edy Herwiyanto membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap pelaku pembunuhan tersebut dalam waktu singkat usai kejadian.

“Benar, pelaku sudah kami amankan. Penangkapan dilakukan kurang dari enam jam setelah kejadian,” ujar AKBP Edy Herwiyanto, Selasa (12/5/2026).

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga aksi pembunuhan dilakukan oleh satu orang pelaku berinisial OAP. Pelaku ditangkap di wilayah Surabaya sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurut polisi, kasus pembunuhan itu dipicu persoalan utang piutang antara korban dan pelaku. Diduga, penagihan uang yang dilakukan korban memicu emosi pelaku hingga berujung aksi nekat menghilangkan nyawa korban secara brutal.

“Kejadian dipicu terkait masalah penagihan uang yang menyebabkan tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban,” terang AKBP Edy.

Korban diketahui meninggal dunia akibat luka tusuk di sejumlah bagian tubuh setelah diserang menggunakan senjata tajam jenis pisau. Polisi juga masih terus mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan alat bukti tambahan guna melengkapi proses penyidikan.

Dalam pengungkapan kasus ini, aparat kepolisian turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pembunuhan tersebut. Barang bukti itu meliputi tiga unit telepon genggam, satu unit sepeda motor, seragam satpam, kaos hitam, jaket hoodie warna hitam, satu bilah pisau panjang, tas selempang hijau, helm Honda hitam, sandal jepit, hingga kartu tanda pengenal milik satpam.

“Semua barang bukti tersebut kami amankan untuk kepentingan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” tambahnya.

Kasus pembunuhan ini pun menjadi perhatian publik karena terjadi di area gedung kosong yang selama ini dikenal sepi aktivitas. Polisi memastikan proses penyidikan akan terus dikembangkan guna mengungkap secara menyeluruh kronologi serta latar belakang kejadian tragis tersebut.

Sumber:tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *