PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
1780892224797

Radar nusantara 7.com//PARIGI MOUTONG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Minggu (7/6/2026) pukul 07.00 WIB hingga Senin (8/6/2026) pukul 07.00 WIB. Salah satu peristiwa yang tercatat adalah banjir yang melanda Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data yang dihimpun BNPB, banjir terjadi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 10.40 WITA. Peristiwa tersebut dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam durasi cukup lama, sehingga menyebabkan debit air Sungai Toribulu meningkat dan akhirnya meluap ke area sekitarnya.

Luapan sungai mengakibatkan genangan air di sejumlah wilayah di Kecamatan Toribulu, khususnya di Desa Toribulu dan Desa Sienjo. Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan permukiman, banjir berdampak pada sektor pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat.

BNPB mencatat sekitar lima hektar area persawahan di Desa Toribulu terdampak genangan air. Sementara itu, di Desa Sienjo, sekitar tiga hektar lahan persawahan juga mengalami dampak serupa akibat meluapnya aliran sungai. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas pertanian dan produktivitas lahan warga apabila genangan berlangsung dalam waktu yang lama.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong bersama unsur terkait telah melakukan asesmen di lokasi terdampak guna mengetahui kondisi terkini serta kebutuhan penanganan yang diperlukan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa setempat untuk memastikan langkah-langkah penanganan dapat berjalan dengan baik.

BNPB menyampaikan bahwa potensi bencana hidrometeorologi masih perlu diwaspadai di berbagai daerah, terutama memasuki periode cuaca yang tidak menentu. Masyarakat dan pemerintah daerah diminta untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir, tanah longsor, angin kencang, maupun cuaca ekstrem lainnya.

Sebagai langkah antisipasi, BNPB mengimbau masyarakat agar selalu memantau perkembangan informasi cuaca dan kebencanaan melalui sumber resmi, seperti pemerintah daerah, BPBD, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Masyarakat juga diharapkan segera mengambil langkah pencegahan apabila terdapat tanda-tanda peningkatan ancaman bencana di wilayah masing-masing. Kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan respons cepat seluruh pihak dinilai menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko kerugian maupun dampak yang ditimbulkan oleh bencana.

BNPB menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat terkait, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya penanggulangan bencana, sehingga keselamatan warga serta keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi dapat tetap terjaga.

Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *