Radar nusantara 7.com//Morotai – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Pariwisata terus melakukan pembenahan sejumlah fasilitas pendukung pariwisata, khususnya di kawasan wisata Pulau Dodola yang menjadi salah satu ikon wisata unggulan daerah. Perbaikan yang saat ini sedang berjalan difokuskan pada tambatan perahu dan sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan guna meningkatkan kenyamanan serta keselamatan wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Taena, menjelaskan bahwa pekerjaan perbaikan tersebut ditargetkan selesai dalam bulan ini. Program tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur baru, revitalisasi, serta rehabilitasi fasilitas wisata di sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Pulau Morotai.
Menurutnya, sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian daerah dan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, keberadaan fasilitas yang memadai menjadi kebutuhan penting untuk menjaga daya tarik destinasi wisata Morotai di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Untuk saat ini perbaikan yang sedang berjalan difokuskan di Pulau Dodola. Ada beberapa item yang menjadi prioritas, seperti tambatan perahu dan bangunan WC yang kondisinya memerlukan rehabilitasi agar dapat kembali berfungsi secara optimal,” ujar Muhammad Taena saat dikonfirmasi awak media.

Ia menuturkan bahwa Pulau Dodola merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Pulau Morotai yang setiap tahun menjadi tujuan favorit wisatawan. Karena itu, pemerintah daerah memandang perlu melakukan perbaikan fasilitas secara bertahap guna menunjang aktivitas wisata yang semakin berkembang.
Selain Pulau Dodola, sejumlah destinasi lain seperti Tanjung Gorango, Tanjung Amerika, dan Pulau Tabailenge juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, hingga saat ini perbaikan pada lokasi-lokasi tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran pemeliharaan yang tersedia pada tahun berjalan.
“Untuk destinasi wisata lainnya seperti Tanjung Gorango, Tanjung Amerika, dan Pulau Tabailenge, kami akan terus berupaya berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Saat ini memang belum tersedia anggaran pemeliharaan khusus untuk lokasi-lokasi tersebut di tahun ini,” jelasnya.
Meski demikian, Dinas Pariwisata menegaskan komitmennya untuk terus memaksimalkan pengelolaan serta pengembangan potensi wisata yang tersebar di wilayah Kabupaten Pulau Morotai. Langkah koordinasi dengan pemerintah daerah akan terus dilakukan agar kebutuhan pemeliharaan dan rehabilitasi fasilitas wisata dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah pada tahun-tahun mendatang.
Menurut Muhammad Taena, keberlanjutan pengelolaan destinasi wisata tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas baru, tetapi juga membutuhkan dukungan anggaran pemeliharaan yang memadai. Dengan demikian, fasilitas yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat dan wisatawan dalam jangka panjang.
“Kami terus berupaya melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait kebutuhan anggaran pemeliharaan destinasi wisata. Harapannya, destinasi-destinasi lain yang juga memiliki potensi besar dapat memperoleh perhatian yang sama sehingga pengembangan pariwisata di Morotai dapat berjalan secara merata,” katanya.
Sejumlah masyarakat dan pelaku wisata berharap pemerintah daerah dapat memperluas program rehabilitasi ke berbagai destinasi wisata lainnya. Mereka menilai bahwa selain Pulau Dodola, kawasan seperti Tanjung Gorango, Tanjung Amerika, dan Pulau Tabailenge juga memiliki daya tarik yang besar dan berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan apabila didukung dengan fasilitas yang layak.
Dengan berlangsungnya perbaikan di Pulau Dodola, diharapkan kualitas pelayanan wisata di Kabupaten Pulau Morotai semakin meningkat. Pemerintah daerah pun didorong untuk terus memperkuat komitmen dalam menjaga dan mengembangkan seluruh destinasi wisata yang ada, sehingga sektor pariwisata dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sumber:fata






