PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
IMG-20260525-WA0092

Radar nusantara 7.Com//Tanjung Pinang — Kondisi akses jalan utama penghubung Kecamatan Morotai Selatan dan Morotai Timur di kawasan Tanjung Pinang, Kabupaten Pulau Morotai, kembali menjadi sorotan masyarakat. Kerusakan jalan yang semakin parah menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dikeluhkan warga dan para pengendara yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk aktivitas ekonomi maupun sosial.

Pantauan masyarakat pada Senin (25/05/2026), badan jalan di sejumlah titik terlihat dipenuhi rerumputan, pasir, serta lubang yang cukup dalam. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengendara roda dua maupun roda empat, terlebih intensitas mobilitas warga meningkat pada H-3 menjelang Idul Adha.

Sejumlah warga menilai kerusakan jalan utama tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah daerah. Beberapa titik jalan bahkan hanya diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat menggunakan campuran semen seadanya dan timbunan tanah untuk menutup lubang.

“Kalau musim hujan jalan ini sangat licin dan berlumpur, sementara kalau panas penuh debu dan pasir. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah karena ini akses utama masyarakat,” ungkap salah satu warga yang melintas di kawasan tersebut.

Kondisi ini kemudian memunculkan sorotan publik terhadap realisasi visi dan misi Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, khususnya dalam sektor pembangunan infrastruktur sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2030 dengan slogan pembangunan “Morotai Adil, Unggul dan Sejahtera”.

Dalam dokumen misi pembangunan daerah, Pemkab Pulau Morotai menargetkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas wilayah melalui peningkatan kemantapan jalan kabupaten minimal 80 persen. Program tersebut bertujuan menghubungkan pusat produksi, kawasan pariwisata, serta permukiman masyarakat dengan akses jalan yang layak dan dapat dilalui sepanjang tahun.

Selain itu, pemerintah daerah juga memiliki program rehabilitasi dan pemeliharaan jalan kabupaten, termasuk pembangunan jembatan penghubung antar desa dan kecamatan hingga pengaspalan ruas jalan strategis seperti jalur Daeo–Daruba–Sabatai.

Namun demikian, masyarakat menilai kondisi akses jalan di kawasan Tanjung Pinang saat ini belum mencerminkan target pembangunan yang telah dicanangkan pemerintah daerah. Warga berharap pemerintah tidak hanya menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai program tertulis, tetapi juga direalisasikan secara nyata di lapangan.

“Jalan ini bukan hanya dipakai masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi jalur penghubung antar kecamatan. Kalau terus dibiarkan rusak, tentu akan berdampak pada aktivitas ekonomi warga dan keselamatan pengguna jalan,” kata warga lainnya.

Masyarakat juga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun melakukan survei lapangan dan mengambil langkah penanganan permanen, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu akses vital yang menopang mobilitas masyarakat di Pulau Morotai.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai maupun instansi teknis terkait mengenai rencana perbaikan jalan utama di kawasan Tanjung Pinang tersebut.

Reporter:fata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *