PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
Screenshot_2026-05-25-17-55-47-137_com.whatsapp.w4b-edit

Radar nusantara 7.Com//Bojonegoro – Seorang warga Dusun Genden, Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, ditemukan meninggal dunia di area persawahan miliknya sendiri saat sedang melakukan aktivitas penyemprotan tanaman padi, Senin (25/05/2026).

Peristiwa tersebut sontak menggegerkan warga sekitar, setelah korban ditemukan dalam kondisi terlentang di tengah sawah dengan alat semprot padi yang masih melekat di tubuhnya. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu kemudian berupaya memberikan pertolongan dan melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwajib.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, korban diketahui sebelumnya sedang melakukan penyemprotan tanaman padi miliknya seorang diri. Namun, beberapa saat kemudian warga mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bergerak di area persawahan.

Mendapatkan laporan dari masyarakat, anggota Polsek Sumberrejo bersama tim medis langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal serta mengevakuasi jasad korban dari area persawahan.

Petugas kepolisian juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti meninggalnya korban. Sementara hasil pemeriksaan awal, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat serangan jantung saat menjalankan aktivitas di sawah.

Meski demikian, pihak kepolisian menyampaikan bahwa penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari tim medis dan aparat terkait.

“Kami masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terkait penyebab pasti meninggalnya korban. Dugaan sementara mengarah pada kondisi kesehatan korban atau serangan jantung, namun semuanya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar. Sejumlah masyarakat tampak mendatangi lokasi persawahan untuk menyaksikan proses evakuasi korban yang dilakukan aparat kepolisian bersama tim medis.

Setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan, jasad korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para petani, agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan saat melakukan aktivitas berat di area persawahan, terlebih ketika bekerja seorang diri di bawah kondisi cuaca yang cukup panas.

Sumber:charis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *