PROMOSI MEDIA : RadarNusantara7.com siap menjadi mitra publikasi terpercaya | Terima pemasangan iklan | Advertorial | Kerjasama media
21 April 2026
Screenshot_20260222_143727.jpg


Radar Nusantara7.com – SUKABUMI, 20 Februari 2026 — Fakta memilukan terungkap dalam kasus meninggalnya seorang bocah perempuan berinisial NS (12), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Korban mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius di sejumlah bagian tubuhnya.


Kasus ini menjadi perhatian publik setelah beredarnya rekaman percakapan yang diduga terjadi sebelum kondisi korban memburuk. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara NS yang lemah saat menjawab pertanyaan orang dewasa di sekitarnya.
Awalnya, korban terdengar menolak untuk makan. Namun ketika ditanya lebih lanjut, NS justru menyebut ingin minum air panas.


“Jadi kamu mau minum air panas?” tanya seorang pria dalam rekaman tersebut.
Dengan suara lirih, korban mengiyakan pertanyaan tersebut. Pada bagian lain percakapan, terdengar pula penegasan bahwa korban disebut disuruh meminum air panas. Pengakuan itulah yang kemudian memperkuat dugaan adanya tindak kekerasan yang dialami korban sebelum meninggal dunia.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, NS sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan dalam kondisi kritis dengan luka bakar di beberapa bagian tubuh. Meski sempat mendapatkan penanganan medis intensif, nyawa korban tidak tertolong.


Dugaan penganiayaan mengarah kepada ibu tirinya. Namun demikian, aparat kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan akhir terkait pihak yang bertanggung jawab.


Pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa tim forensik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Hasil autopsi dan uji forensik tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tragis ini.


“Kami masih melakukan pendalaman, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan menunggu hasil resmi dari tim forensik,” ujar salah satu sumber kepolisian.
Peristiwa ini memicu keprihatinan masyarakat sekitar. Warga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut kasus ini secara transparan dan profesional agar kebenaran terungkap serta keadilan bagi korban dapat ditegakkan.


Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih terus berjalan. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat yang berwenang.

Sumber:tim

Editor: redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *