PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
IMG-20260622-WA0116

RADAR NUSANTARA 7 | PULAU MOROTAI – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan personel menghadapi berbagai dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Pulau Morotai menggelar Pelatihan Pengendalian Massa (Dalmas) yang dipadukan dengan simulasi penanganan aksi unjuk rasa secara profesional, proporsional, dan humanis.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026, pukul 09.00 WIT di Markas Komando Polres Pulau Morotai, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Polri dalam memperkuat kemampuan personel menghadapi potensi aksi penyampaian pendapat di muka umum.

Pelatihan mendapat perhatian langsung dari Kapolres Pulau Morotai, AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H., yang menegaskan pentingnya kesiapan personel dalam menjaga stabilitas keamanan tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara demokratis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Pulau Morotai Kompol Jamaluddin, S.AP, para pejabat utama Polres Pulau Morotai, Kapolsek Morotai Selatan Kompol Safrudin Jafar, Kabag Ops AKP Subhan selaku koordinator kegiatan, Kabag Log AKP Junaidi Sawal, S.H., Kasat Binmas AKP Ansar Abbas, Kasat Samapta IPTU Sunarto, S.H., M.H. selaku Perwira Pengendali Dalmas Inti, Danki Brimob IPTU Taifun Bazak selaku Perwira Pengendali Dalmas PHH, serta sekitar 50 personel yang terlibat dalam latihan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel yang dipimpin Kabag Ops AKP Subhan. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penguasaan kemampuan pengendalian massa sebagai salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap anggota Polri dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Selanjutnya, peserta menerima materi teknis dari Kasat Samapta IPTU Sunarto, S.H., M.H. mengenai pola penanganan massa, tahapan eskalasi situasi, penerapan formasi Dalmas, teknik negosiasi, hingga pelaksanaan pengamanan yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan hukum yang berlaku.

Pada sesi praktik lapangan, personel menjalankan simulasi berbagai skenario aksi unjuk rasa. Simulasi tersebut melibatkan unsur Dalmas Inti, Dalmas PHH, tim negosiator, tim dokumentasi, hingga personel pendukung lainnya. Melalui latihan terpadu ini, setiap unsur dilatih meningkatkan koordinasi, komunikasi, serta kecepatan respons dalam menghadapi perkembangan situasi di lapangan.

Suasana latihan berlangsung dinamis dengan berbagai adegan yang menggambarkan kondisi nyata saat aksi penyampaian aspirasi berlangsung. Mulai dari penyampaian pendapat secara damai, proses dialog dan negosiasi antara petugas dengan massa aksi, hingga simulasi penanganan situasi yang mengalami peningkatan eskalasi.

Dalam setiap tahapan latihan, personel ditekankan untuk mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, serta menghormati hak konstitusional masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kapolres Pulau Morotai AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H. saat memberikan arahan dalam sesi konsolidasi menyampaikan bahwa pelatihan Dalmas merupakan bagian penting dari pembinaan kemampuan personel agar selalu siap menghadapi berbagai kemungkinan situasi kamtibmas yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan aksi unjuk rasa tidak hanya bergantung pada jumlah personel maupun kelengkapan sarana pendukung, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan komunikasi, pengendalian emosi, kedisiplinan, serta pemahaman hukum yang baik dari setiap anggota.

“Polri memiliki tanggung jawab untuk menjamin keamanan sekaligus melindungi hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Karena itu setiap personel harus memahami prosedur, mengedepankan tindakan yang humanis, serta mampu bertindak secara cepat dan tepat sesuai aturan yang berlaku,” tegas Kapolres.

Lebih lanjut, pelatihan ini juga menjadi sarana evaluasi kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi saat kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung. Dengan kesiapan yang terus ditingkatkan, Polres Pulau Morotai diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi seluruh pihak serta menjaga stabilitas daerah tetap kondusif.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIT tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar. Seluruh rangkaian pelatihan ditutup dengan konsolidasi personel sebagai bentuk evaluasi sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui pelatihan ini, Polres Pulau Morotai kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Polri yang Presisi, profesional, modern, dan terpercaya. Upaya tersebut sejalan dengan tugas Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah Kabupaten Pulau Morotai.

(Fata:  Radar Nusantara 7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *