PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
1782710525603

Radar Nusantara 7 //jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi kebencanaan di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode Sabtu (27/6) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (28/6) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, berbagai bencana hidrometeorologi basah maupun kering masih mendominasi kejadian di sejumlah daerah, seiring pengaruh kondisi cuaca dan musim yang tengah berlangsung.

Salah satu kejadian yang menjadi perhatian adalah bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Musim kemarau yang menyebabkan menurunnya debit sumber air bersih membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut terjadi di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, dan berdampak terhadap 160 kepala keluarga (KK). Menindaklanjuti laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi langsung melakukan asesmen di lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

Krisis air bersih juga terjadi di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Rendahnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan pasokan air bersih berkurang secara signifikan di sejumlah wilayah.

Wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Tanjung, Paruga, dan Pane di Kecamatan Rasanae Barat; Kelurahan Sambinae, Panggi, Manggemaci, dan Monggonao di Kecamatan Mpunda; Kelurahan Rontu di Kecamatan Raba; serta Kelurahan Melayu di Kecamatan Asakota.

Sebanyak 1.129 kepala keluarga terdampak akibat krisis air bersih tersebut. Hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian materiil. Sebagai langkah penanganan, BPBD Kota Bima telah melakukan koordinasi lintas instansi serta mendistribusikan sekitar 70.000 liter air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, bencana tanah longsor terjadi di Kota Sabang, Aceh, pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 18.00 WIB. Longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam durasi cukup lama.

Peristiwa terjadi di Desa Kuta Timur, Kecamatan Sukakarya. Berdasarkan laporan BNPB, satu warga mengalami luka berat dan telah dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh, dua warga lainnya mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di RSUD Kota Sabang. Selain itu, dua kepala keluarga terpaksa mengungsi demi keselamatan.

BPBD Kota Sabang bersama aparat desa segera melakukan asesmen dan evakuasi terhadap korban. Hingga kini, petugas gabungan bersama masyarakat masih bergotong royong membersihkan material longsor agar akses warga dapat kembali normal.

Di wilayah lain, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Jumat (26/6) sekitar pukul 18.19 WIB. Kebakaran menghanguskan sekitar satu hektare lahan di Desa Padang, Kecamatan Manggar.

Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Belitung Timur mengerahkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Upaya tersebut berhasil mengendalikan api sehingga situasi dinyatakan aman dan kondusif.

BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, baik berupa kekeringan, tanah longsor, maupun kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi terjadi selama musim kemarau.

Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang, menggunakan air secara bijak di daerah yang mengalami keterbatasan pasokan, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan potensi bahaya atau kondisi darurat.

BNPB menegaskan bahwa kesiapsiagaan, koordinasi antarlembaga, serta partisipasi aktif masyarakat merupakan faktor penting dalam mengurangi risiko bencana dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

(Redaksi Radar Nusantara 7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *