PROMOSI MEDIA : RadarNusantara7.com siap menjadi mitra publikasi terpercaya | Terima pemasangan iklan | Advertorial | Kerjasama media
20 April 2026
1773573373529.jpg


Radar Nusantara7.Com //Cilegon – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengikuti kegiatan pemantauan arus mudik Idul Fitri 2026 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) bersama jajaran menteri terkait, Panglima TNI, Kapolri, serta perwakilan sejumlah lembaga pemerintah. Kegiatan tersebut berlangsung di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, pada Jumat (13/3/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Dr. Raditya Jati hadir mewakili Kepala BNPB yang tengah melakukan rangkaian kunjungan kerja lapangan di Provinsi Aceh.


Agenda diawali dengan peninjauan langsung ke kapal yang akan melakukan penyeberangan menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi antara pemerintah pusat dan para pemangku kepentingan (stakeholder) terkait untuk membahas kesiapan pelayanan, serta sarana dan prasarana di Pelabuhan Merak.


Pemantauan ini dilakukan mengingat sebagian masyarakat telah mulai memasuki masa libur panjang dan melakukan perjalanan mudik menuju Pulau Sumatra melalui jalur penyeberangan Pelabuhan Merak.


Berdasarkan hasil rapat koordinasi tersebut, Pelabuhan Merak dinyatakan siap melayani masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik pada periode Idul Fitri 2026. Pihak pengelola pelabuhan disebut telah mempersiapkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah juga turut mendukung dari sisi personel maupun peralatan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.


Dalam mendukung kelancaran arus mudik sekaligus mengantisipasi potensi bencana, BNPB juga telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan mengedarkan Surat Edaran kepada para gubernur, bupati, dan wali kota terkait Antisipasi Siaga Bencana pada Periode Mudik dan Lebaran 2026.


Selain itu, Kepala BNPB juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai wilayah untuk menyiapkan personel serta peralatan, khususnya di titik-titik yang dinilai rawan terjadi bencana.


BNPB juga berencana menerjunkan tim di sejumlah provinsi yang diprediksi akan mengalami mobilitas masyarakat tinggi selama arus mudik. Apabila diperlukan, BNPB juga akan melakukan operasi modifikasi cuaca guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi selama periode mudik dan libur Lebaran.


Pada kesempatan terpisah, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., juga memberikan sejumlah tips aman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.


Ia mengimbau agar para calon pemudik memastikan kondisi kesehatan fisik dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan. Selain itu, kondisi kendaraan yang digunakan juga harus dipastikan layak jalan guna meminimalisasi risiko selama perjalanan.


Para pemudik juga disarankan untuk mengunduh aplikasi InaRISK BNPB guna mengetahui potensi bencana di wilayah yang akan dilalui maupun tujuan perjalanan. Aplikasi tersebut menyediakan fitur khusus berupa Peta Jalur Mudik Aman Bencana yang dapat diakses melalui laman resmi InaRISK BNPB.


Fitur tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman bencana di sepanjang jalur mudik.
Lebih lanjut, Kepala BNPB menyampaikan bahwa BNPB bersama BPBD di berbagai daerah juga akan bersiaga di Posko Mudik Gabungan yang telah disiapkan.

Posko tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat koordinasi penanganan darurat, tetapi juga dapat dimanfaatkan pemudik sebagai tempat beristirahat selama perjalanan.


Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut berbagai upaya kesiapsiagaan bencana selama periode mudik Lebaran 2026, BNPB juga menghadirkan Program Teropong Bencana edisi Siaga Lebaran 2026.


Program tersebut menghadirkan narasumber Kepala BNPB, Kepala Pelaksana serta perwakilan BPBD dari sejumlah provinsi seperti Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur hingga Bali. Program Teropong Bencana dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi BNPB Indonesia.

Sumber:humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *