Jakarta, RadarNusantara7.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia selama periode Sabtu (11/7/2026) hingga Minggu (12/7/2026) pukul 07.00 WIB. Sejumlah daerah di Pulau Jawa hingga Kalimantan dilaporkan terdampak, dengan total puluhan hektare lahan hangus terbakar.
Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan penanganan di lokasi terdampak guna mencegah meluasnya kebakaran.
Di Provinsi Jawa Timur, kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Ponorogo pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa tersebut melanda wilayah Desa Tatung, Kecamatan Balong, dan menghanguskan sekitar tiga hektare lahan.
BPBD Kabupaten Ponorogo bersama aparat terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Setelah dilakukan upaya intensif, api berhasil dipadamkan pada Sabtu (11/7/2026).
Masih di Jawa Timur, kebakaran juga melanda Kabupaten Lumajang pada hari yang sama sekitar pukul 17.00 WIB. Sedikitnya dua hektare lahan di Desa Condro, Kecamatan Pasirian, hangus dilalap api. Berkat kerja sama BPBD dan unsur gabungan, kobaran api berhasil dipadamkan keesokan harinya.
Sementara itu, di Provinsi Jawa Tengah, kebakaran hutan dan lahan melanda dua wilayah di Kabupaten Banyumas, yakni Desa Pamijen, Kecamatan Sokaraja, dan Desa Karangtalun Kidul, Kecamatan Purwojati.
Total lahan yang terbakar mencapai tiga hektare, terdiri dari dua hektare di Desa Pamijen dan satu hektare di Desa Karangtalun Kidul. Tim gabungan bersama BPBD Kabupaten Banyumas berhasil mengendalikan kebakaran pada Sabtu (11/7/2026).
Di luar Pulau Jawa, kebakaran lahan berskala besar terjadi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sedikitnya 11,5 hektare lahan terbakar di tiga lokasi berbeda, yaitu Kelurahan Cempaka seluas 5,5 hektare, Kelurahan Guntung Manggis seluas tiga hektare, dan Kecamatan Landasan Ulin Selatan seluas tiga hektare.
Petugas BPBD Kota Banjarbaru bersama tim gabungan berhasil memadamkan api setelah melakukan upaya penanganan intensif.
Kebakaran hutan dan lahan juga melanda dua kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, yakni Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Di Kabupaten Kutai Barat, sekitar 60 hektare lahan terbakar di Kampung Dingin, Kecamatan Lawa, dan Kampung Emas, Kecamatan Empas. Akibat peristiwa tersebut, satu warga dilaporkan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah pingsan karena terlalu banyak menghirup asap kebakaran.
Sementara itu, di Kabupaten Kutai Kartanegara, kebakaran terjadi di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, dan Desa Jembayan Tengah dengan total lahan terdampak mencapai empat hektare. Seluruh titik api kini dilaporkan telah berhasil dipadamkan oleh BPBD bersama tim gabungan.
Melihat masih tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan di tengah puncak musim kemarau, BNPB kembali mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan melalui berbagai langkah pencegahan.
BNPB menilai sosialisasi bahaya kebakaran, peningkatan kesiapsiagaan personel dan peralatan, serta patroli rutin di wilayah rawan menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko terjadinya karhutla.
Selain itu, penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran lahan juga harus dilakukan secara tegas.
BNPB turut mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah di area kering, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan aktivitas pembakaran hutan dan lahan.
Sumber:humas
(Redaksi RadarNusantara7.com)






