PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
1783252867766

Radar nusantara 7//Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga Minggu (5/7/2026) pukul 07.00 WIB. Memasuki musim kemarau, bencana kekeringan mulai berdampak pada krisis air bersih di sejumlah daerah, sementara di wilayah lain bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan angin kencang masih terjadi.

Berdasarkan data Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) BNPB, kekeringan mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (4/7) tersebut melanda Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono dan berdampak pada 60 kepala keluarga (KK) atau 84 jiwa.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Semarang berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan asesmen sekaligus menyalurkan bantuan air bersih. Sebanyak dua tangki air dengan total sekitar 5.000 liter didistribusikan kepada warga di Dusun Ngoho, Desa Kemitir.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Menurunnya ketersediaan air bersih di Desa Kadungrejo, Kecamatan Winongan, berdampak pada sedikitnya 240 kepala keluarga.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, BPBD Kabupaten Pasuruan menyalurkan bantuan air bersih sebanyak empat rit ke Dusun Krajan 5 dan Dusun Grobyok sebagai langkah penanganan darurat.

Di sisi lain, bencana hidrometeorologi basah masih terjadi di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, banjir melanda Desa Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam, pada Sabtu (4/7) pukul 04.35 WIB. Sedikitnya 27 kepala keluarga atau 108 jiwa terdampak akibat peristiwa tersebut.

BPBD Kabupaten Deli Serdang segera mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan kaji cepat, pemantauan kondisi di lapangan, serta memonitor perkembangan debit air. Banjir dilaporkan berangsur surut pada hari yang sama.

Sementara itu, angin kencang yang terjadi pada Jumat (3/7) menerjang enam desa di Kecamatan Pancur Batu, yakni Desa Salam Tani, Hulu, Lama, Namo Rih, Namo Bintang, dan Pertampilen. Bencana tersebut berdampak pada 15 kepala keluarga atau 54 jiwa.

Selain mengakibatkan kerusakan pada delapan unit rumah dengan kategori rusak ringan dan tujuh unit rumah rusak sedang, BPBD setempat juga mengerahkan Tim Reaksi Cepat untuk membantu warga membersihkan puing-puing bangunan. Saat ini kondisi di lokasi dilaporkan telah berangsur kondusif dan warga kembali menempati rumah masing-masing.

Menyikapi berbagai kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan, menggunakan air secara bijak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan maupun kekeringan.

BNPB juga mendorong pemerintah daerah agar terus memperkuat upaya mitigasi melalui pemantauan wilayah rawan bencana, kesiapsiagaan sumber daya, serta memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di daerah yang berpotensi mengalami kekeringan guna meminimalkan dampak bencana.

Sumber:humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *