PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
1786024266348

JAKARTA | RadarNusantara7.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan perkembangan kejadian bencana yang terjadi dalam periode Rabu (5/8/2026) hingga Kamis (6/8/2026) pukul 07.00 WIB. Laporan tersebut menunjukkan peningkatan kejadian kekeringan dan kebakaran lahan di sejumlah wilayah Indonesia yang dipicu oleh musim kemarau.

BNPB mencatat, beberapa daerah di Pulau Jawa mengalami krisis air bersih akibat berkurangnya debit sumber air. Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan distribusi air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kekeringan melanda tiga kecamatan, yakni Sarirejo, Ngimbang, dan Bluluk. Sebanyak 741 kepala keluarga mengalami krisis air bersih. BPBD Lamongan bersama instansi terkait telah menyalurkan 40.000 liter air bersih ke wilayah terdampak pada Rabu (5/8/2026).

Sementara itu, di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kekeringan melanda 10 kecamatan akibat menurunnya debit sumber air. BPBD Cilacap kembali mendistribusikan 28.000 liter air bersih ke sejumlah titik untuk memenuhi kebutuhan warga.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sebanyak 107 kepala keluarga di Kecamatan Bagelen, Loano, Purworejo, dan Gebang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. BPBD bersama tim gabungan menyalurkan 30.000 liter air bersih kepada warga terdampak.

Di Kabupaten Sragen, musim kemarau menyebabkan debit sungai dan sumur warga terus menurun. Sebanyak 448 kepala keluarga terdampak kekeringan. Sebagai langkah penanganan, BPBD Sragen mendistribusikan 41.000 liter air bersih kepada masyarakat.

Sedangkan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, sebanyak 65 kepala keluarga di Kecamatan Pagaden mengalami krisis air bersih. BPBD Subang telah menyalurkan 5.000 liter air bersih untuk membantu kebutuhan warga.

Selain kekeringan, BNPB juga mencatat terjadinya kebakaran lahan di sejumlah wilayah Aceh.

Di Kabupaten Pidie Jaya, kebakaran melanda lahan seluas sekitar tiga hektare di Gampong Langien Tualada, Kecamatan Bandar Baru, pada Rabu (5/8/2026). BPBD bersama aparat setempat mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran hingga api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman.

Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Aceh Besar, tepatnya di Gampong Panca, Kecamatan Lembah Seulawah. Kebakaran menghanguskan lahan seluas sekitar tiga hektare. Tim gabungan bersama BPBD mengerahkan tiga unit armada pemadam sehingga api berhasil dikendalikan.

Menanggapi meningkatnya kejadian kekeringan dan kebakaran lahan selama musim kemarau, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah mitigasi.

Masyarakat diimbau menggunakan air secara hemat dan bijaksana serta menyiapkan cadangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan terus melakukan distribusi air bersih, pengeboran sumur, serta memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran lahan.

BNPB menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di seluruh Indonesia dan berkoordinasi dengan BPBD di setiap daerah agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif.

(Redaksi RadarNusantara7.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *