Radar nusantara7.com//Morotai Utara – Dugaan ketidakmerataan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis minyak tanah di Desa Gorua Utara, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, menuai keluhan dari masyarakat. Warga meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Pulau Morotai segera melakukan evaluasi terhadap pangkalan yang bertanggung jawab atas distribusi minyak tanah subsidi di wilayah tersebut.
Salah seorang warga Desa Gorua Utara yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa hingga kini masih terdapat sejumlah masyarakat yang belum memperoleh jatah minyak tanah subsidi sebagaimana mestinya. Padahal, minyak tanah merupakan kebutuhan pokok yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Seharusnya pembagian dilakukan secara merata kepada seluruh masyarakat karena minyak tanah merupakan kebutuhan sehari-hari. Kalau dikatakan penyalurannya sudah aman, menurut kami belum, sebab masih ada sebagian warga yang tidak mendapatkan minyak tanah subsidi,” ujarnya kepada awak media, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, proses distribusi minyak tanah subsidi di desa tersebut hanya berlangsung dalam waktu singkat. Kondisi itu membuat sebagian warga yang sedang berada di kebun atau memiliki aktivitas lain tidak sempat memperoleh jatah yang seharusnya mereka terima.
“Pembagiannya hanya berlangsung beberapa jam saja. Akibatnya, masyarakat yang sedang pergi ke kebun tidak kebagian. Kami juga bingung dengan sistem penyalurannya. Kami berharap pihak terkait dapat mengevaluasi pangkalan tersebut agar pendistribusian benar-benar sesuai ketentuan dan menjangkau seluruh masyarakat yang berhak menerimanya,” tambahnya.
Masyarakat berharap Disperindagkop Kabupaten Pulau Morotai segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan serta evaluasi terhadap sistem distribusi minyak tanah subsidi di Kecamatan Morotai Utara. Warga juga meminta pemerintah memastikan penyaluran BBM subsidi dilakukan secara adil, transparan, dan tepat sasaran agar tidak lagi menimbulkan keluhan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pangkalan maupun Disperindagkop Kabupaten Pulau Morotai belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidakmerataan penyaluran minyak tanah subsidi tersebut.
Sumber:tim






