PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
Screenshot_2026-06-14-12-35-53-774_com.facebook.lite-edit

Radar nusantara 7.cim //jombang– Seorang perempuan berusia 20 tahun ditemukan meninggal dunia di kamar mandi sebuah rumah kos di wilayah Dusun Jogoroto, Desa Jogoroto, Kabupaten Jombang, minggu (14/6/2026) siang menjelang pelaksanaan Salat Jumat. Peristiwa tersebut sontak menggegerkan warga sekitar yang selama ini mengenal korban sebagai penghuni baru di lokasi kos tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi tergeletak di dalam kamar mandi. Sejumlah luka lebam yang tampak pada tubuh korban memunculkan berbagai dugaan terkait penyebab kematiannya. Namun hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan kronologi serta penyebab pasti meninggalnya korban.

Menurut keterangan salah seorang penghuni kos yang enggan disebutkan namanya, sebelumnya kakak korban yang tinggal bersama di lokasi tersebut sempat menyampaikan bahwa adiknya tidak sadarkan diri setelah diduga terpeleset di kamar mandi. Informasi tersebut kemudian menyebar di kalangan penghuni kos dan warga sekitar.

Namun demikian, keterangan lain juga muncul dari seorang tetangga kos berinisial N. Ia mengaku pada Jumat pagi sempat mendengar suara korban berteriak meminta ampun yang diduga berkaitan dengan adanya tindakan kekerasan. N mengaku telah berusaha mendatangi dan melerai sebanyak dua kali, namun upayanya tidak mendapat respons dari perempuan yang disebut-sebut merupakan kakak korban.

“Waktu itu saya mendengar korban berteriak minta ampun. Saya sempat datang untuk mencoba melerai, tetapi tidak dihiraukan,” ungkap N kepada wartawan.

Dari informasi yang beredar, korban bersama kakaknya diketahui baru sekitar dua minggu menempati rumah kos tersebut. Sejumlah penghuni kos mengaku tidak banyak mengenal keduanya karena tergolong pendatang baru di lingkungan tersebut.

Sementara itu, aparat kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Jenazah korban juga telah dievakuasi guna keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Jogoroto, AKP Mohamad Djulan, saat dikonfirmasi melalui Gatekeeper Radio ANDIKA menyampaikan bahwa penanganan perkara saat ini berada di bawah kewenangan Satreskrim Polres Jombang. Polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Penyebab kematian masih dalam proses pendalaman oleh Satreskrim Polres Jombang,” ujar AKP Mohamad Djulan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan tindak pidana maupun pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan serta pemeriksaan yang sedang berlangsung.

Kasus ini menjadi perhatian warga sekitar dan diharapkan dapat segera terungkap secara terang benderang agar memberikan kepastian hukum serta kejelasan bagi keluarga korban maupun masyarakat.

Sumber:andika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *