PROMO
📢 RadarNusantara7.com – Cepat • Akurat • Terpercaya | Terima Publikasi Berita & Iklan | Hubungi WA: 0823-3388-2911
ADVERTISEMENT
Iklan Radar Nusantara
Screenshot_2026-05-01-15-46-15-442_com.facebook.lite-edit

Radar nusantara7.com//Grobogan //  – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Tuko–Sidorejo, Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat dini hari (1/5/2026) sekitar pukul 02.52 WIB.

Insiden tersebut melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi H-1060-ZP yang diduga tengah melintas di jalur rel saat kereta melaju dari arah barat menuju timur.

Peristiwa nahas itu sontak menggegerkan warga sekitar. Benturan keras antara kereta api dengan kendaraan roda empat tersebut menyebabkan mobil mengalami kerusakan parah dan terpental beberapa meter dari lokasi tabrakan. Sejumlah korban dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi kejadian, perlintasan tempat kecelakaan terjadi diketahui belum dilengkapi palang pintu maupun penjaga resmi. Kondisi minim penerangan pada dini hari juga disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang diduga memengaruhi kecelakaan tersebut. Namun demikian, penyebab pasti insiden masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

Petugas kepolisian bersama unsur terkait segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga. Evakuasi korban dan kendaraan berlangsung cukup dramatis karena kondisi mobil ringsek berat usai tertabrak kereta api dengan kecepatan tinggi. Arus perjalanan kereta api sempat mengalami penanganan sementara selama proses evakuasi berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi. Identitas lengkap para korban juga masih dalam pendataan petugas.

Pihak terkait mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang, terutama yang tidak dilengkapi palang pintu ataupun penjaga. Pengguna jalan diminta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas demi menghindari kejadian serupa terulang kembali.

Kasus kecelakaan ini menjadi perhatian serius masyarakat setempat karena kembali menyoroti pentingnya peningkatan sistem keselamatan di perlintasan kereta api tidak berpalang yang masih banyak ditemukan di sejumlah daerah.

Sumber:ss

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *