Radar nusantara 7//Morotai, 27 Juni 2026 – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Morotai, Afrizal Kharie, menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai dengan organisasi kemahasiswaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Afrizal saat memberikan sambutan dalam agenda Pelantikan dan Rapat Kerja HMI Komisariat Teknik Universitas Pasifik (Unipas) Morotai yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Pulau Morotai, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Revitalisasi Tradisi Intelektual dan Spiritual sebagai Gerakan Persatuan dalam Menjaga Independensi Etis dan Organisatoris HMI” itu dihadiri oleh sejumlah organisasi kemahasiswaan dan berlangsung dengan khidmat.
Dalam sambutannya, Afrizal menegaskan bahwa pelantikan dan rapat kerja bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting sebagai bentuk estafet kepemimpinan dan tanggung jawab organisasi. Menurutnya, kepengurusan baru memiliki amanah untuk menjaga marwah organisasi sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan HMI.
Ia juga menyoroti tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, konsep revitalisasi tradisi intelektual dan spiritual bukan hanya slogan, tetapi menjadi fondasi utama yang harus dipegang teguh oleh setiap kader HMI dalam menjalankan roda organisasi maupun mengawal kepentingan masyarakat.
“Frasa intelektual dan spiritual merupakan dua pilar utama yang harus menjadi landasan semangat kader HMI. Dengan bekal intelektualitas dan spiritualitas yang kuat, kader akan mampu menjalankan organisasi secara independen, etis, dan bertanggung jawab,” ujar Afrizal.
Selain membahas penguatan organisasi, Afrizal turut menyinggung kondisi pembangunan di Kabupaten Pulau Morotai. Ia menilai pemerintah daerah perlu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan organisasi kemahasiswaan dalam proses perumusan kebijakan publik.
Menurutnya, mahasiswa merupakan mitra strategis pemerintah yang memiliki kapasitas intelektual serta idealisme dalam memberikan gagasan dan kritik yang konstruktif bagi kemajuan daerah.
“Perubahan dan kesejahteraan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu pemerintah daerah seharusnya membangun sinergi dengan organisasi kemahasiswaan agar pembangunan berjalan lebih partisipatif dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Afrizal juga menyampaikan harapannya kepada Korps Alumni HMI (KAHMI) Pulau Morotai agar lebih aktif mengambil peran dalam mengawal arah kebijakan pembangunan daerah. Ia menilai banyak alumni HMI yang kini telah menduduki posisi strategis di berbagai sektor, sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kepentingan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan alumni HMI seharusnya menjadi kekuatan moral dan intelektual dalam mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada pemerataan kesejahteraan sosial di Kabupaten Pulau Morotai.
Menutup sambutannya, Afrizal mengajak seluruh kader HMI untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui tradisi intelektual, diskusi, dan penguatan nilai-nilai spiritual. Ia menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan dan dirawat secara berkelanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak KAHMI Pulau Morotai terkait pernyataan yang disampaikan Ketua Umum HMI Cabang Morotai dalam agenda tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi apabila telah diterima.
Sumber:fata






